Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Operasi Rahasia Unit Pasukan Khusus Israel Gagal Total di Gaza

POROS PERLAWANAN – Pasukan Pendudukan Israel melancarkan operasi rahasia untuk membebaskan tawanan di Jalur Gaza, namun misi tersebut berakhir dengan kegagalan total.

Sebuah unit pasukan khusus Israel (IOF) yang menyamar sebagai pengungsi perempuan Palestina menyusup ke Khan Younis, Gaza selatan, berdasarkan informasi intelijen dari rezim Zionis. Tujuan operasi ini adalah membebaskan tawanan Israel yang diduga ditahan oleh Kelompok Perlawanan.

Namun, menurut laporan media Ibrani pada Minggu 18 Mei, operasi tersebut gagal total. Pasukan Israel tidak berhasil menemukan atau menyelamatkan satu pun tawanan.

Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa unit IOF yang mengenakan pakaian perempuan menyusup ke wilayah barat Jalan Salah al-Din, utara Khan Younis. Diduga kuat, mereka mencari lokasi penyanderaan atau tokoh penting Perlawanan.

Namun, alih-alih mencapai target, pasukan Israel justru membunuh seorang pria Palestina dan menculik istri serta anaknya. Korban tewas diidentifikasi sebagai Ahmad Sarhan, seorang komandan senior di Komite Perlawanan Rakyat.

Menurut sumber-sumber lokal, Sarhan melawan hingga titik darah penghabisan, menggagalkan upaya penangkapan dan interogasi terhadap dirinya.

Media Israel Walla melaporkan bahwa operasi ini sempat dipresentasikan kepada pejabat tinggi militer, namun akhirnya dinilai sebagai kegagalan dalam aspek intelijen dan eksekusi di lapangan.

Beberapa analis menilai bahwa tujuan sekunder operasi ini adalah menangkap Ahmad Sarhan demi mendapatkan informasi strategis terkait jaringan Perlawanan dan posisi tawanan. Namun, pembunuhannya justru mengungkap kegagalan Israel dalam memperoleh data dan informasi intelijen bernilai.

Sayap Militer Komite Perlawanan Rakyat, Brigade Al-Nasser Salah al-Din mengonfirmasi kesyahidan Ahmad Sarhan. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut Sarhan sebagai Kepala Unit Operasi Khusus dan tokoh utama dalam perlawanan bersenjata.

“Kesyahidan Komandan Ahmad Sarhan hanya akan memperkuat semangat jihad dan perlawanan kami”, tulis pernyataan tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa pembunuhan para pemimpin tidak akan melemahkan perjuangan, melainkan mengobarkan tekad untuk mengalahkan entitas Zionis.

Menyusul kegagalan operasi tersebut, Militer Israel mengeluarkan perintah pengusiran paksa terhadap penduduk Khan Younis, kota terbesar kedua di Gaza.

Para pengamat mencatat bahwa hingga saat ini, Israel gagal menguasai Gaza secara penuh, terutama karena kuatnya dukungan rakyat terhadap Kelompok Perlawanan, meski berada dalam kondisi kelaparan, blokade, dan kehancuran total.

Beberapa analis militer menyebut bahwa Kepala Staf Angkatan Darat Israel menyadari keterbatasan ini dan mulai mendorong pendekatan alternatif, termasuk opsi politik.

Sementara itu, IOF kembali melancarkan serangan darat besar-besaran di wilayah utara dan selatan Gaza, dalam operasi yang mereka namakan “Operasi Kereta Perang Gideon”.

Sejak Oktober 2023, IOF telah berulang kali menggempur Jalur Gaza, namun belum berhasil mencapai tujuan strategis yang mereka deklarasikan.

Pada Senin 29 Mei, Militer Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah selatan Gaza, yang menewaskan sedikitnya 46 warga sipil. Serangan ini mencakup 40 serangan udara dalam waktu singkat, termasuk penggunaan “sabuk api” (fire belts) yang menghantam kawasan padat penduduk di Khan Younis.

Genosida yang terus berlangsung ini menjadi bukti bahwa mesin perang Israel gagal menundukkan Gaza, dan justru memicu perlawanan yang semakin mengakar.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *