Pemimpin Ansharullah Sebut Militer Israel ‘Tentara Paling Penakut di Dunia’
POROS PERLAWANAN – Sayyid Abdulmalik Badrudin al-Houthi dalam pidatonya pada Kamis malam 22 Mei menyatakan, Dunia Islam tidak benar-benar melakukan tindakan berguna untuk bangsa Palestina.
“Israel terus meningkatkan kejahatannya dalam pembantaian massal warga Gaza. Namun rezim-rezim Arab hanya merasa cukup dengan merilis statemen dan tidak mengambil tindakan praktis apa pun,” kritik al-Houthi, Fars memberitakan.
“Negara-negara (Arab-Muslim) ini meminta dari pihak-pihak lain untuk berbuat sesuatu bagi bangsa Palestina, seolah mereka adalah umat yang tidak memiliki tanggung jawab. Israel memanfaatkan sepenuhnya ketidakpedulian Arab ini.”
Al-Houthi lalu menyoroti dimulainya kembali operasi darat Israel yang bertujuan mengusir warga Gaza dan menduduki sektor utaranya.
“Israel menamakan operasi ini dengan ‘Kereta Gideon.’ Nama ini dipinjam dari kepercayaan takhayul mereka dan berkaitan dengan pengusiran paksa warga Palestina sejak tahun 1948.”
“Sejumlah mantan pejabat Rezim mengakui, operasi-operasi tersebut gagal dan tidak berguna bagi orang-orang Zionis.”
“Mantan PM Israel, Ehud Olmert mengatakan, ini adalah sebuah perang tanpa tujuan. Dia menyebut aksi Israel di Gaza sebagai kejahatan perang. Pernyataan Yair Golan juga memicu kehebohan di tengah orang-orang Zionis.”
“Sebagian keluarga di Gaza hanya bisa makan satu kali tiap satu setengah hari, bahkan kadang tiap dua hari. Jika masih ada secuil rasa kemanusiaan, harga diri, dan rasa tanggung jawab di tengah Muslimin, jeritan para wanita Gaza sudah cukup untuk menggerakkan jutaan Muslim.”
“Kebungkaman Muslimin membuat Israel berani melakukan kejahatan ini. Diamnya mereka memberi peluang kepada Israel untuk melakukan segala kejahatan ini, karena yakin tidak akan ada reaksi apa pun.”
“Dalam 4 bulan terakhir, Israel melanjutkan kejahatannya di kamp pengungsi Jenin. Hingga sekarang, 22 ribu pengungsi terusir dari kamp tersebut dan ratusan rumah telah dihancurkan total. Israel berusaha mengubah situasi di Jenin.”
“Israel menebus kekalahannya dengan kejahatan. Militer Israel adalah tentara paling pengecut di dunia. Mereka hanya melakukan kejahatan dan genosida. Para serdadu Israel sangat takut kepada operasi para pejuang Palestina, bahkan gentar untuk mendekat atau berkonfrontasi dengan mereka. Israel sekarang dalam keadaan lemah dan berusaha menutupi kegagalannya dengan aksi kriminal.”
