Iran Luncurkan Tiga Drone Canggih Buatan Lokal, Mampu Lepas Landas dan Mendarat Vertikal
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Angkatan Darat Republik Islam Iran resmi memperkenalkan tiga pesawat nirawak (drone) lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) terbaru buatan dalam negeri. Peluncuran ini berlangsung di pangkalan udara militer di Zahedan, Iran Tenggara pada Kamis 22 Mei. Hal ini menandai langkah maju signifikan dalam pengembangan teknologi pertahanan domestik Iran.
Ketiga drone tersebut masing-masing diberi nama ‘Homa’, ‘Dideban (Watchdog)’, dan ‘Shahin-1 (Falcon-1)’. Dirancang untuk beroperasi dalam berbagai misi strategis, termasuk pengintaian dan serangan presisi, ketiganya mampu bertransisi dari mode VTOL ke penerbangan sayap tetap guna meningkatkan efisiensi dan jangkauan.
Homa, pesawat nirawak VTOL canggih yang dapat beroperasi hingga ketinggian 12.000 kaki (3.667 meter) dan dilengkapi kemampuan penglihatan malam, memungkinkan misi pengintaian dalam kondisi peperangan elektronik tanpa perlu landasan pacu. Sementara Dideban, merupakan drone ringan dan portable yang dirancang untuk visibilitas siang-malam dan memiliki presisi tinggi dalam penentuan target. Drone ini dapat diterbangkan secara berkelompok untuk memantau beberapa area secara bersamaan.
Yang paling menonjol adalah Shahin-1, drone bunuh diri dengan julukan first-person view (FPV), yang memiliki jangkauan operasional luas, daya tahan tinggi, dan kecepatan manuver luar biasa. Dirancang untuk menghancurkan target tetap maupun bergerak, drone ini dianggap siap menghadapi ancaman pertempuran masa depan.
Wakil Panglima Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Nozar Nemati menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan keseriusan Iran dalam membangun kekuatan militer berbasis teknologi modern. Ia menyebut bahwa pengembangan sistem nirawak, kendaraan mikro, dan kecerdasan buatan merupakan prioritas utama untuk menghadapi dinamika medan perang kontemporer.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mencatat kemajuan signifikan dalam produksi peralatan militer domestik, termasuk sistem drone dan rudal. Pemerintah Iran secara konsisten menegaskan bahwa semua kemampuan pertahanan dikembangkan untuk tujuan defensif dan tidak akan menjadi bagian dari negosiasi internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei terus menyerukan penguatan sistem pertahanan nasional sebagai bagian dari kemandirian dan kedaulatan negara.
