Jutaan Warga Yaman Gelar Aksi Solidaritas Terbesar untuk Gaza, Kritik Diamnya Dunia Arab dan Islam
POROS PERLAWANAN – Lebih dari dua juta warga Yaman membanjiri Lapangan Al-Saba’in dan jalan-jalan utama di ibu kota Sanaa pada Jumat (23/5/2025) dalam demonstrasi besar-besaran mendukung Palestina. Aksi bertajuk “Badai Kemanusiaan” ini menjadi sorotan dunia, tidak hanya karena skalanya yang masif, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dari negara yang sendiri tengah dilanda konflik internal.
Gaza di Tengah Diamnya Dunia Arab
Krisis kemanusiaan di Gaza yang kian memburuk akibat blokade dan agresi militer Israel memicu respons keras dari berbagai kalangan, termasuk di Yaman. Di tengah minimnya aksi nyata dari mayoritas negara Arab, Yaman di bawah kepemimpinan gerakan Ansarullah, justru menggelar mobilisasi rakyat secara besar-besaran.
Abdulmalik al-Houthi, pemimpin Ansarullah, dalam pidatonya yang disiarkan oleh media lokal Al-Masirah, menyerukan dukungan bagi Gaza dan mengecam kelambanan dunia internasional. “Rakyat Yaman berdiri bersama Gaza, sementara banyak pemimpin Arab hanya diam,” ujarnya.
Gelombang Massa dan Pesan Politik
1. Skala Aksi yang Luar Biasa
Demonstrasi ini disebut-sebut sebagai yang terbesar sejak konflik internal Yaman pecah. Warga dari berbagai provinsi memadati Sanaa, membawa bendera Yaman dan Palestina, serta poster korban serangan Israel di Gaza.
2. Slogan dan Orasi yang Menggugah
Suara massa bergemuruh dengan yel-yel seperti:
“Gaza, kami bersamamu!”
“Diamnya dunia Arab adalah pengkhianatan!”
“Blokade laut, blokade udara, suara Yaman bergema!”
Pesan yang disampaikan tegas: dukungan terhadap perlawanan Palestina dan kecaman terhadap Israel serta sekutunya.
3. Pernyataan Resmi Demonstran
Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di akhir aksi, massa menyerukan:
– Negara-negara Islam untuk mengambil tindakan nyata.
– Dukungan penuh terhadap operasi militer Yaman yang menargetkan kepentingan Israel.
– Kecaman atas sikap pasif dunia Arab terhadap penderitaan warga Gaza.
Lebih dari Sekadar Solidaritas
1. Sinyal Politik Ansarullah
Aksi ini tidak hanya tentang Gaza, melainkan juga upaya Ansarullah memperkuat posisinya di panggung politik regional. Sebagai kelompok yang kerap dikucilkan, mereka berusaha menampilkan diri sebagai garda depan perlawanan terhadap Zionisme dan hegemoni Barat.
2. Dampak pada Opini Publik Regional
Gelombang solidaritas ini berpotensi memicu respons serupa di negara-negara Arab lain, di mana tekanan publik terhadap pemerintah untuk bertindak semakin besar.
Suara Jalanan yang Tak Terbendung
Aksi di Yaman ini menggarisbawahi dua hal:
1. Solidaritas terhadap Palestina tetap hidup, bahkan di negara yang sedang berkonflik.
Ada jurang lebar antara kebijakan pemerintah Arab dan aspirasi rakyatnya.
2. Bagi dunia internasional, demonstrasi ini menjadi pengingat bahwa isu Palestina masih menyulut emosi global, sekaligus tantangan bagi organisasi hak asasi dan media untuk memperluas liputan mereka. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan pesan keras bahwa penderitaan Gaza adalah tanggung jawab bersama umat manusia.
