Nasib Tragis para Tawanan Israel di Gaza: Riskan Kehilangan Nyawa Akibat Intelijen Militernya ‘Buta’
POROS PERLAWANAN – Perang Gaza sudah berlangsung lebih dari 600 hari. Seluruh titik di kawasan itu sudah dijelajahi para serdadu Rezim Zionis. Meski begitu, tak seorang pun yang mengetahui tempat ditahannya para tawanan Israel.
Diberitakan Fars, harian Haaretz menukil dari sejumlah sumber militer dan keluarga tawanan bahwa Militer Israel mengalami “kebutaan intelijen” di Gaza. Harian Ibrani ini menyatakan, pemindahan para tawanan dari satu tempat ke tempat lain membuat Militer Israel “buta dari sisi intelijen.”
Beberapa bulan lalu, dalam wawancara dengan harian al-Sharq al-Awsat, sumber-sumber Hamas berkata bahwa tugas penahanan dan pemindahan para tawanan Israel ada di pundak kelompok bernama “Unit Bayangan.” Unit ini secara rutin memindah-mindahkan para tawanan Israel dengan berbagai taktik, yang kadang kala tak lazim.
Aksi-aksi Unit Bayangan ini memusingkan Militer Israel dan Shin Bet. Dalam wawancara dengan Haaretz, sebuah sumber militer Israel mengatakan,”Serangan terus dilancarkan ke tempat yang di situ tidak ada informasi terkait keberadaan para sandera.”
Mengutip dari 8 tawanan Israel yang sudah dibebaskan, Haaretz melaporkan bahwa Militer Rezim Zionis membombardir kawasan-kawasan yang para tawanan pernah ditahan di sana sebelumnya.
Berdasarkan penelitian Haaretz, Brigade Golani dalam sebuah kasus menargetkan 3 tawanan Israel yang muncul dalam keadaan telanjang dan mengibarkan bendera putih.
Dalam kasus lain, 6 tawanan Israel mati kehabisan napas dalam terowongan yang menjadi sasaran serangan.
Militer Israel mengaku telah berusaha sebisanya agar tidak melukai para tawanan yang ditahan Hamas. Namun berbagai laporan mengungkapkan, sedikitnya 20 tawanan Israel tewas akibat serangan udara.
Haaretz memberitakan, serangan Israel berkali-kali membahayakan nyawa para tawanan. Total 54 sandera terus menghadapi ancaman bahaya serius terhadap nyawa mereka.
