Presiden Al-Mashat Ingatkan ‘Risiko Nyata’ Perusahaan Asing di Israel Jika Abaikan Peringatan Yaman
POROS PERLAWANAN – Presiden Dewan Politik Tertinggi Yaman, Marsekal Lapangan Mahdi Al-Mashat menyerukan kepada seluruh perusahaan asing yang masih berinvestasi dalam entitas musuh Zionis untuk segera menarik diri dan menanggapi peringatan Yaman dengan serius.
Dalam pernyataan resmi kepada Kantor Berita Yaman (Saba) pada Minggu 1 Juni, Presiden Al-Mashat menegaskan bahwa keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut di Wilayah Pendudukan merupakan pilihan berisiko tinggi yang dapat membawa konsekuensi serius.
“Perusahaan yang tetap membandel setelah peringatan kami, harus bersiap menanggung seluruh akibat dan bertanggung jawab penuh atas kerugian yang mungkin ditimbulkan akibat kelangsungan operasional mereka dalam entitas Zionis,” ujarnya tegas.
Presiden Al-Mashat juga membuka kemungkinan pengambilan keputusan strategis tambahan dalam beberapa hari ke depan, seandainya dibutuhkan eskalasi lebih lanjut.
“Kami tidak akan ragu menetapkan langkah-langkah tambahan yang akan membuat perusahaan-perusahaan asing menghadapi risiko nyata dan signifikan. Beberapa perusahaan sejauh ini telah mengabaikan peringatan kekuatan kami, dan dengan demikian menjadikan kehadiran mereka di Wilayah Pendudukan sebagai petualangan berbahaya dengan biaya yang mahal,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa rezim kriminal yang dipimpin Netanyahu telah mempertaruhkan keselamatan perusahaan-perusahaan investasi demi agenda politiknya sendiri.
“Rezim yang tak peduli terhadap nyawa para tahanan tentu tidak akan peduli pula terhadap keselamatan investasi dan kepentingan bisnis siapa pun,” ujar Presiden Yaman.
Presiden Al-Mashat juga mengungkapkan bahwa otoritas Yaman akan segera menetapkan batas waktu resmi bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk hengkang, sebagai bagian dari upaya membatasi efek eskalasi terhadap entitas Zionis dan mencegah pihak ketiga terjerat dalam konsekuensi yang lebih luas.
“Kami sangat memperhatikan upaya untuk meminimalkan kerusakan, namun jika agresi berlanjut, maka dampak dari operasi kami akan meluas, tidak hanya ke dalam entitas Zionis, tetapi juga ke seluruh jejaring investasi perusahaan-perusahaan tersebut di luar Wilayah Pendudukan,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Al-Mashat menyampaikan bahwa beberapa perusahaan telah menyampaikan niatnya untuk memindahkan investasi mereka sebagai respons terhadap peringatan Yaman sebelumnya.
“Kami menyambut itikad tersebut, dan menyerukan kepada perusahaan-perusahaan lain untuk segera bertindak sebelum semuanya terlambat,” tutupnya.
