Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

AS Restui Eks Teroris Masuk Militer Suriah: Jalan Baru Menuju Kekacauan?

AS Restui Eks Teroris Masuk Militer Suriah: Jalan Baru Menuju Kekacauan?

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, sebuah laporan mengejutkan menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah memberikan lampu hijau kepada pemerintahan baru di Suriah untuk merekrut ribuan militan Takfiri asing ke dalam militer nasional yang baru dibentuk. Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari restrukturisasi pasca-pemerintahan Bashar al-Assad.

Menurut laporan dari Reuters pada Senin 2 Juni yang mengutip tiga pejabat militer Suriah, sekitar 3.500 militan asing yang sebelumnya berperang melawan pemerintahan Assad akan dimasukkan ke dalam unit baru bernama “Divisi ke-84 Tentara Suriah.” Para militan ini sebagian besar berasal dari kelompok bersenjata yang sebelumnya menentang Assad, termasuk mereka yang berafiliasi dengan kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) dan afiliasi al-Qaeda.

Sumber menyebutkan bahwa keputusan ini muncul setelah Abu Mohammed al-Jolani, mantan tokoh senior al-Qaeda dan kini pemimpin de facto Suriah yang menyatakan kesiapannya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Menanggapi laporan tersebut, utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Suriah, Thomas Barrack, menyatakan bahwa “ada kesepahaman” antara pihak-pihak terkait, meskipun tidak secara resmi membenarkan adanya persetujuan.

Barrack menambahkan bahwa lebih baik mengintegrasikan militan yang “loyal” ke dalam struktur negara daripada membiarkan mereka tidak terkendali. Perubahan pendekatan AS terhadap Suriah disebut-sebut terjadi usai pertemuan antara Trump dan Jolani di Riyadh pada Mei lalu. Dalam kunjungan tersebut, Trump dilaporkan menyampaikan bahwa semua sanksi AS terhadap Suriah akan dicabut, sebagai bagian dari pendekatan baru terhadap konflik regional.

Kelompok HTS (Hay’at Tahrir al-Sham) yang dipimpin Jolani sebelumnya mengklaim telah merebut sepenuhnya Damaskus pada Desember, yang menandai jatuhnya pemerintahan Assad. Netanyahu, Perdana Menteri Israel, bahkan menyebut bahwa militer Israel memberikan dukungan untuk keberhasilan HTS merebut kekuasaan.

Namun demikian, kondisi keamanan di bawah pemerintahan HTS masih penuh ketidakpastian. Kekerasan sektarian meningkat, termasuk insiden pembantaian warga minoritas Alawi di wilayah barat laut Suriah pada Maret lalu. Insiden ini memperkuat kekhawatiran di kalangan minoritas atas dominasi kelompok ekstremis dalam pemerintahan baru Suriah.

Tags: