Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Kataib Hizbullah Irak Ultimatum ke Militer AS: Hengkang Secepatnya!

Kataib Hizbullah Irak Ultimatum ke Militer AS: Hengkang Secepatnya!

POROS PERLAWANAN – Kataib Hizbullah Irak memperingatkan, serangan terhadap Militer AS di Irak akan dimulai jika mereka tidak segera angkat kaki dari negara tersebut.

Diberitakan al-Alam, Staf Keamanan Kataib Hizbullah Irak, Abu Ali al-Askari menyatakan, pihaknya menanti hengkangnya pasukan AS dari Irak dan mengamati masalah ini dari dekat.

“Kami menunggu keluarnya seluruh pasukan Pendudukan AS dari operasi gabungan, pangkalan Ayn al-Asad, dan basis militer Victoria,” tulis Abu Ali di laman pribadi Telegram-nya.

Petinggi Perlawanan Irak ini menekankan urgensi upaya semua pihak guna mengakhiri kelambanan Militer AS untuk angkat kaki dari Negeri Seribu Satu Malam.

“Jika tidak, pasukan AS di Irak akan menghadapi pukulan-pukulan berat dan terpaksa hengkang di bawah hujan serangan,” tandas Abu Ali.

Pada tahun 2024 lalu, Pemerintah Irak dan AS melalui statemen gabungan mengumumkan, kehadiran pasukan yang disebut “Koalisi Internasional” akan berakhir pada September 2025.

Sehubungan dengan hengkangnya pasukan AS dan Koalisi Internasional Anti-ISIS, Jubir Pemerintah Irak, Basim al-Awadi saat itu mengatakan,”Tahap pertama penarikan pasukan AS dari Irak akan berakhir pada September 2025. Tahap kedua akan dimulai pada September 2025 dan berakhir pada September 2026.”

Hingga kini, Pemerintah Irak berulang kali mengumumkan kesepakatan dengan Washington terkait hengkangnya pasukan AS. Namun sering kali Pemerintah AS memilih bungkam dan tidak mengomentari berita-berita ini.

AS memiliki sekitar 2.500 serdadu di Irak. Menurut Pemerintah Baghdad dan Washington, kebanyakan mereka beraktivitas sebagai pelatih dan konsultan.

Menyusul gugurnya Syahid Qassem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi al-Muhandis di tangan Militer AS, Parlemen Irak pada 5 Januari 2020 mengesahkan UU penarikan pasukan militer AS dan Koalisi Internasional dari Irak. Dengan disahkannya UU tersebut, hengkangnya Militer AS dari Irak berubah menjadi tuntutan publik negara tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *