Ratusan Ribu Warga Roma Penuhi Jalanan, Tuntut Akhiri Perang Gaza dan Kecam Kebijakan Pemerintahan Italia
POROS PERLAWANAN — Dilansir Almayadeen, Ibu Kota Italia menjadi saksi unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu 7 Juni, ketika lebih dari 300.000 demonstran turun ke jalan menuntut diakhirinya perang di Gaza. Aksi ini juga mengecam keras keterlibatan tidak langsung Pemerintah Italia dalam konflik tersebut, yang oleh para peserta disebut sebagai “genosida terhadap rakyat Palestina”.
Unjuk rasa yang dimulai dari Piazza Vittorio dan berakhir di San Giovanni ini berlangsung damai namun penuh semangat. Para demonstran membawa bendera Palestina, spanduk perdamaian, dan berbagai plakat dengan pesan kuat seperti “Hentikan pembantaian” dan “Italia tidak bersalah atas kejahatan perang”.
Aksi ini didukung oleh sejumlah partai oposisi utama, termasuk Partai Demokrat (PD), Gerakan Bintang Lima (M5S), dan Aliansi Hijau-Kiri. Mereka secara kolektif menyatakan kekecewaannya atas sikap pasif Pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni, yang dinilai terlalu lunak terhadap tindakan Israel.
Kritik terhadap Pemerintah dan Dukungan untuk Palestina
Ketua PD, Elly Schlein menegaskan dalam pidatonya bahwa protes ini mencerminkan suara “Italia yang lain”, Italia yang menolak bungkam terhadap pembantaian rakyat sipil. “Kami menuntut gencatan senjata segera, pembebasan semua sandera, serta pengakuan penuh atas negara Palestina,” tegasnya.
Sementara itu, mantan PM Italia dan Pemimpin M5S, Giuseppe Conte menyebut keterlibatan Pemerintah Italia sebagai bentuk “kemitraan dalam genosida” dan menolak tuduhan bahwa aksi solidaritas ini bersifat antisemit. “Ini bukan tentang membenci siapa pun, ini tentang kemanusiaan,” ujarnya.
Krisis Kemanusiaan yang Mendorong Aksi
Aksi solidaritas ini muncul di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hingga awal Juni, lebih dari 54.000 orang tewas, termasuk lebih dari 20.000 anak-anak, sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023.
PBB juga telah mengeluarkan peringatan bahwa seluruh penduduk Gaza kini berada dalam kondisi kelaparan ekstrem, dengan akses terhadap air, makanan, dan obat-obatan sangat terbatas akibat blokade Militer Israel.
Seorang pengacara dari Genoa, Gabriella Branca, yang ikut serta dalam aksi tersebut menyatakan bahwa unjuk rasa ini adalah seruan nurani. “Kami ingin mengirim pesan ke seluruh Italia: cukup sudah. Saatnya rakyat bersuara untuk perdamaian.”
