Pemimpin Tertinggi Mujahidin Palestina Gugur dalam Serangan Udara Israel, Puluhan Anggota Keluarga Jadi Korban
POROS PERLAWANAN – Dilansir Almayadeen, serangan udara Israel kembali menelan korban jiwa dari kalangan pemimpin perlawanan Palestina. Asaad Atiya Abu Sharia, pendiri sekaligus Sekretaris Jenderal Gerakan Mujahidin Palestina, tewas bersama saudaranya dan puluhan anggota keluarganya dalam serangan yang menghantam kawasan Sabra di Kota Gaza, pada Sabtu 7 Juni.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pasca-serangan, Gerakan Mujahidin Palestina mengumumkan gugurnya Abu Sharia, yang juga menjabat sebagai komandan umum sayap militer gerakan. Saudaranya, Ahmad Abu Sharia, anggota Sekretariat Jenderal dan penanggung jawab sektor Gaza juga dilaporkan syahid dalam serangan tersebut.
Abu Sharia dikenal sebagai figur kunci dalam perjuangan bersenjata melawan pendudukan Israel. Lebih dari 25 tahun ia terlibat langsung dalam berbagai operasi militer. Meski lima kali menjadi target percobaan pembunuhan dan menderita luka berat, ia tak pernah mundur dari garis depan perlawanan.
Gerakan Mujahidin menyebut Abu Sharia sebagai simbol keteguhan yang telah kehilangan lima saudara laki-lakinya sebelum dimulainya Operasi Banjir Al-Aqsa. Sejak agresi Israel pada Oktober 2023, lebih dari 150 anggota keluarganya turut menjadi korban, termasuk istri, anak-anak, saudara kandung, keponakan, paman, dan cucu.
Serangan udara yang menewaskan Abu Sharia terjadi pada hari kedua perayaan Idul Adha, ketika banyak warga Gaza mencoba merayakan hari besar di tengah reruntuhan dan blokade.
Sementara itu, agresi Israel ke Jalur Gaza telah memasuki hari ke-610. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban jiwa telah mencapai 54.677 orang, dengan 125.530 warga luka-luka. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Pada hari yang sama, pesawat tempur Israel menyerang tenda pengungsi di barat Khan Younis, menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 40 lainnya. Di Rafah barat, lima warga sipil tewas saat antre bantuan. Sementara di dekat Kompleks Medis al-Shifa di Kota Gaza, serangan merusak bangunan pemukiman dan menyebabkan jatuhnya korban baru.
Sehari sebelumnya, 35 warga sipil tewas di Jabalia utara setelah sebuah rumah dibom, disusul pengusiran paksa warga dari wilayah tersebut.
