Hamas Peringatkan Israel: Jangan Usik Kapal Kemanusiaan ‘Madleen’
POROS PERLAWANAN – Seorang petinggi Hamas, Basem Naim memperingatkan, Rezim Zionis bertanggung jawab jika mengusik para aktivis dan penumpang kapal Madleen, yang tengah membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
“Ancaman Rezim Israel terhadap gerakan pencabutan blokade Gaza tidak akan melunturkan tekad kaum merdeka di seluruh dunia demi mewujudkan tujuan mereka, yaitu mematahkan blokade atas Gaza,” kata Naim, diberitakan al-Alam.
Sementara itu, Kanal 12 Israel melaporkan bahwa kapal Madleen mengalami gangguan dalam sistem navigasinya.
Jurnalis Brasil dan Direktur Freedom Flotilla Coalition, Thiago Avila pada hari Minggu 8 Juni mengumumkan, sistem navigasi di Madleen tidak berfungsi.
“Mereka (Israel) sedang bersiap untuk menghentikan atau menyerang kami,” kata Avila.
“Jarak kami dengan pesisir Gaza adalah 162 mil laut (sekitar 260 km). Namun sistem navigasi menunjukkan posisi kami di sebuah bandara di Yordania.”
Para aktivis kemanusiaan di atas kapal Madleen telah memperingatkan adanya upaya Militer Israel untuk menghentikan mereka. Mereka sendiri telah bersiap untuk menghadapi konfrontasi dengan Israel dan menyiarkan videonya secara langsung di berbagai media sosial.
Aktivis lingkungan hidup asal Swedia, Greta Thunberg, yang telah berpaling kepada kegiatan pro-Palestina sejak dimulainya perang, mengirim sebuah pesan audio ke harian Inggris, Sunday Times. Dalam pesan tersebut, sembari menegaskan dukungan untuk warga Gaza dan mengutuk kejahatan genosida Israel, Thunberg mengumumkan bahwa setelah mendekati pesisir Gaza, para penumpang Madleen akan mengabari publik dunia melalui siaran langsung konfrontasi dengan Militer Zionis di medsos.
Madleen memuat 12 aktivis pro-Palestina dan sejumlah bantuan kemanusiaan simbolis. Jika tidak dihentikan Militer Israel, kapal ini diperkirakan tiba di pelabuhan Gaza pada Senin malam ini.
Selain Thunberg, anggota Parlemen Eropa asal Prancis, Rima Hassan, dan aktor serial “Game of Thrones”, Liam Cunningham, juga berada di atas kapal Madleen. Kapal itu bergerak dari pelabuhan Sisilia, selatan Italia, pada 1 Juni dan sekarang sudah mendekati pesisir Gaza.
