Panglima IRGC: Rudal-rudal Iran Bakal Lebih Akurat Hantam Target Berkat Informasi yang Diambil Langsung dari Israel
POROS PERLAWANAN – Panglima IRGC, Hossein Salami menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib dan Serdadu Tanpa Nama Imam Zaman, menyusul kesuksesan Intelijen Negeri Mullah menembus struktur keamanan Rezim Zionis.
“Kesuksesan besar Kementerian Intelijen dalam mengakses sejumlah besar informasi serta dokumen strategis dan vital Rezim Zionis di bidang nuklir, militer, keamanan, dan infrastruktur sama seperti ‘Badai al-Aqsa 2’ di bidang intelijen,” kata Salami, al-Alam melaporkan.
“Langkah ini kembali menggugurkan ilusi dan klaim pelemahan Republik Islam Iran di Kawasan serta ‘kedigdayaan’ intelijen-keamanan Rezim Pendudukan.”
“Pukulan telak Kementerian Intelijen terhadap Rezim Penjahat dan pemindahan sejumlah besar dokumen terkait ke dalam negeri secara aman menunjukkan infiltrasi intelijen Republik Islam Iran ke kedalaman dan lapisan-lapisan tak terlihat Rezim Zionis.”
“Tidak ada keraguan bahwa informasi-informasi krusial ini akan membuat upaya penghancuran Rezim Zionis lebih efektif dan menjadikan gempuran rudal-rudal Iran lebih akurat.”
“Ini bukan pukulan terakhir kepada tubuh ringkih Rezim, dan merupakan kabar gembira kemenangan final kebenaran atas kebatilan,” pungkas Salami.
Akhir pekan lalu, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa mereka telah berhasil memperoleh sejumlah besar informasi strategis dan dokumen sensitif milik Rezim Zionis, termasuk ribuan file terkait proyek dan fasilitas nuklir Israel. Operasi tersebut disebut sebagai salah satu pencapaian intelijen paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber-sumber yang mengetahui langsung operasi tersebut menyebutkan bahwa dokumen-dokumen ini mencakup data teknis mendalam mengenai program nuklir Israel, program yang selama ini dijalankan secara tertutup dan berada di luar pengawasan Badan Nuklir Internasional.
Sebuah sumber anonim menjelaskan, operasi pengumpulan informasi telah dilakukan beberapa waktu lalu. Namun, besarnya volume data serta kebutuhan akan pengiriman yang aman ke dalam negeri membuat pengumuman publik baru dilakukan setelah seluruh dokumen dipastikan tiba di lokasi penyimpanan yang aman dan terlindungi.
“Jumlah dokumen yang berhasil diperoleh sangat besar, sehingga proses peninjauan, verifikasi, serta pemutaran materi visual dan rekaman video membutuhkan waktu yang tidak singkat,” ujar sumber tersebut.
