Jenderal Fadavi: Kesiapan Operasional IRGC Sudah Tuntas, Respons Balasan Kami Akan Membuat Musuh Menyesal
POROS PERLAWANAN – Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Fadavi menegaskan bahwa seluruh kesiapan operasional IRGC telah tuntas, dan balasan terhadap serangan musuh hanya tinggal menunggu waktu. Ia menyatakan bahwa syahadah (kesyahidan) merupakan cita-cita tertinggi para pejuang Revolusi Islam, termasuk Panglima IRGC, Syahid Hossein Salami.
Dalam wawancara dengan Televisi Pemerintah pada Jumat 13 Juni, Fadavi mengatakan, “Kesyahidan adalah impian setiap pencinta Revolusi Islam. Suatu ketika, dalam kondisi paling genting, para pejuang berikrar dalam Pertempuran Uhud untuk menjaga nyawa Rasulullah. Sepanjang sejarah, ada yang telah menunaikan janji itu, dan masih banyak yang menanti giliran.”
Ia menambahkan bahwa sejak awal kemunculan Islam, spirit pengorbanan jiwa demi membela kebenaran telah menjadi bagian tak terpisahkan dari jalan perjuangan. “IRGC tidak pernah menunda tanggapan bahkan satu hari pun. Respons terhadap agresi akan terjadi dalam berbagai bentuk, pada waktu dan cara yang tepat. Tindakan kami akan membuat para penjahat dunia dan Zionis kriminal menyesal,” tegasnya.
Fadavi menekankan bahwa kesyahidan bukanlah akhir, melainkan tujuan mulia yang hidup dalam setiap diri prajurit IRGC. “Kami siap melaksanakan tugas kami, seperti yang selalu menjadi tradisi di IRGC. Angkatan Bersenjata Republik Islam memiliki kapasitas tak terhitung untuk melancarkan tanggapan yang mengguncang,” katanya.
Pernyataan ini disampaikan setelah serangan teroris yang dilakukan oleh rezim Zionis pada Jumat dini hari 13 Juni, yang menargetkan sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran. Serangan biadab itu menyebabkan gugurnya sejumlah komandan militer, ilmuwan, dan warga sipil.
Menanggapi kejahatan ini, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyampaikan pesan tegas kepada bangsa Iran: “Rezim Zionis harus bersiap menerima hukuman berat. Tangan kuat Angkatan Bersenjata Republik Islam tidak akan membiarkannya begitu saja, Insya Allah.”
