Israel Makin Rentan: Sistem Pertahanan Rudal Terancam Kolaps Kurang dari Tiga Pekan Akibat Gempuran Beruntun
POROS PERLAWANAN – Dilansir Almayadeen, sebuah analisis intelijen sumber terbuka (OSINT) memperingatkan bahwa sistem pertahanan rudal “Israel” bisa mulai runtuh pada hari ke-18 jika Iran terus meluncurkan rudal balistik dalam jumlah besar setiap harinya. Peringatan ini berasal dari akun OSINT militer @METT_Project, yang secara khusus menganalisis dinamika militer di Timur Tengah dan Asia Barat.
Dalam utas analisis terperinci yang dirilis pada Senin 16 Juni, @METT_Project menyatakan bahwa Israel dan sekutunya memiliki cadangan sekitar 950 hingga 1.120 unit pencegat rudal balistik, terdiri dari sistem Arrow-2 dan Arrow-3, baterai David’s Sling, sistem THAAD milik AS di Gurun Naqab, serta rudal SM-3 dan SM-6 yang diluncurkan dari dua kapal perusak AS di Mediterania Timur.
Jika Iran meluncurkan antara 50 hingga 70 rudal per hari, maka untuk mempertahankan setiap serangan akan dibutuhkan sekitar 72 hingga 84 pencegat setiap hari. Hal ini karena setiap rudal balistik biasanya memerlukan 1,2 hingga 1,4 pencegat untuk berhasil dinetralisir.
Dengan konsumsi secepat itu, sistem pertahanan Israel diperkirakan akan mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan pada hari ke-10 hingga ke-15, dan keruntuhan serius bisa terjadi pada hari ke-18. Pada titik ini, zona-zona strategis seperti Tel Aviv dan Haifa bisa mulai mengalami “kebocoran” rudal akibat celah dalam cakupan pertahanan.
Laporan juga mengungkap bahwa sedikitnya delapan rudal telah berhasil lolos dari sistem pertahanan, dengan tiga di antaranya menghantam wilayah sensitif di dekat simpul pertahanan utama.
Selain dari segi teknis, logistik dan pengisian ulang menjadi tantangan besar. Misalnya, rudal Arrow membutuhkan 2–4 minggu untuk diproduksi ulang, sementara amunisi THAAD dan SM-3 tunduk pada kontrol ketat AS dan tidak bisa diisi ulang di laut. Hal ini memperburuk kerentanan pertahanan jangka panjang Israel jika konflik berlangsung dalam waktu lama.
Tanpa dukungan logistik internasional atau peningkatan sistem pertahanan tambahan, jaringan pertahanan Israel dinilai sangat rentan terhadap serangan rudal Iran yang terus-menerus dan terkoordinasi.
