Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tindakan Putus Asa dan Pengecut: Takluk di Medan Tempur, Israel Serang Media Iran

Takluk di Medan Tempur, Israel Serang Media Iran: Iran Tuding Tindakan Putus Asa Dan Pengecut

POROS PERLAWANAN — Dilansir Press TV, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dengan tegas mengecam serangan udara rezim Zionis terhadap kantor pusat penyiaran nasional Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), yang terjadi pada Senin malam 16 Juni. Ia menyebut serangan tersebut sebagai bukti kepengecutan dan keputusasaan Israel dalam menghadapi perlawanan Iran.

“Serangan terhadap IRIB adalah lambang pengecut. Saat mereka gagal di medan tempur, mereka beralih menyerang fasilitas sipil yang hanya bertugas menyampaikan kebenaran kepada publik,” ujar Araghchi pada Selasa 17 Juni.

Menurutnya, tindakan Israel itu mencerminkan frustrasi yang mendalam akibat ketidakmampuan mereka melemahkan Iran melalui kekuatan militer. Ia menambahkan bahwa bangsa Iran telah membuktikan ketangguhannya di masa lalu, termasuk selama perang delapan tahun dan di tengah tekanan serta sanksi internasional yang berat.

“Mereka menyangka dengan membunuh komandan kami atau menghantam fasilitas penting, kami akan menyerah. Namun mereka keliru besar. Bangsa Iran telah menunjukkan bahwa kami tidak mudah tunduk,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa setelah kehilangan beberapa pemimpin militer, posisi-posisi penting segera diisi kembali dan Angkatan Bersenjata Iran tetap menunjukkan kesiapsiagaan penuh.

Serangan pada Senin malam tersebut dilaporkan melibatkan sedikitnya empat bom yang menghantam gedung pusat IRIB di Teheran, tepat saat siaran berita langsung. Akibat agresi tersebut, dua jurnalis IRIB gugur dalam tugas.

Pemerintah Iran mengecam keras insiden ini dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang”, menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera bertindak menghentikan agresi Zionis terhadap infrastruktur sipil.

“Musuh harus sadar bahwa mereka tidak akan pernah bisa memaksakan kehendak pada bangsa Iran melalui intimidasi militer. Solusi sejati tidak akan lahir dari senjata, melainkan dari dialog dan penghormatan terhadap kedaulatan,” tutup Araghchi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *