Iran Bersatu: Ribuan Warga Tumpah ke Jalan dalam ‘Jumat Kemarahan dan Kemenangan’
POROS PERLAWANAN – Dilansir Almayadeen, gelombang massa membanjiri jalanan Iran pada Jumat 20 Juni, dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk “Jumat Kemarahan dan Kemenangan”, sebagai bentuk dukungan terhadap negara dan perlawanan terhadap pendudukan Israel serta tekanan dari Amerika Serikat.
Aksi unjuk rasa yang digelar serentak di Teheran dan berbagai kota besar lainnya itu diikuti oleh puluhan ribu warga. Menurut laporan Al Mayadeen, jumlah peserta unjuk rasa melampaui perkiraan, menunjukkan soliditas rakyat Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Demonstrasi ini disertai dengan pernyataan tegas dari Dewan Penentuan Kebijaksanaan Iran yang memperingatkan bahwa segala bentuk tekanan terhadap Republik Islam tidak akan membuahkan hasil. “Mereka yang percaya rakyat Iran akan menyerah atau tunduk pada perdamaian yang dipaksakan tengah memelihara ilusi,” demikian isi pernyataan tersebut, yang juga menyinggung mantan Presiden AS Donald Trump.
Dewan tersebut menegaskan bahwa Trump dan pendukung Israel telah salah menilai ketahanan bangsa Iran dan kekuatan kepemimpinan religius yang berakar dalam di masyarakat Syiah.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengumumkan keberlanjutan serangan militer terhadap Israel. Dalam pernyataan resmi ke-13, IRGC menyebut telah meluncurkan gelombang ke-15 serangan rudal dan drone dalam operasi bertajuk True Promise 3, yang menargetkan fasilitas militer dan pusat industri pertahanan di wilayah Haifa dan Tel Aviv.
“Lebih dari 100 pesawat nirawak dikerahkan untuk menghantam instalasi militer serta sistem pertahanan udara Israel,” bunyi pernyataan IRGC.
Dari sisi strategi nasional, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga pihak agresor bertanggung jawab atas eskalasi kekerasan. Dewan tersebut juga mengeluarkan peringatan keras kepada negara ketiga agar tidak ikut campur, karena Iran siap memberikan respons langsung berdasarkan protokol militer yang telah ditetapkan sebelumnya.
Aksi dan pernyataan ini menegaskan bahwa Iran siap berdiri teguh di tengah tekanan geopolitik yang semakin membesar di kawasan.
