Ancaman Trump-Netanyahu ke Ayatullah Khamenei Picu Gelombang Kecaman dari Tokoh Lintas Agama
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, dalam sebuah pernyataan langka yang mencerminkan persatuan nasional lintas agama, para pemimpin komunitas minoritas religius di Iran dengan tegas mengecam ancaman pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Pernyataan bersama ini muncul sebagai bentuk solidaritas menghadapi eskalasi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.
Ditandatangani oleh tokoh-tokoh terkemuka dari komunitas Kristen, Yahudi, Zoroaster, dan Mandaean, pernyataan tersebut menyesalkan retorika bermuatan kekerasan dari Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. Mereka menyebut ancaman tersebut sebagai serangan terhadap nilai-nilai spiritual universal dan martabat umat beragama di seluruh dunia.
“Pemimpin agama adalah representasi suci dari keyakinan para pengikutnya. Ancaman terhadap mereka sama artinya dengan menghina perasaan religius jutaan orang”, tulis para pemimpin agama tersebut dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Sabtu 21 Juni.
Mereka juga menekankan bahwa ancaman terhadap pejabat tinggi negara yang berdaulat merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan norma hukum internasional. Lebih lanjut, jika ancaman seperti itu dinilai serius, maka menurut mereka Iran berhak mengambil langkah defensif sesuai prinsip pembelaan diri yang diakui secara global.
Pernyataan itu memperingatkan bahwa retorika agresif terhadap tokoh agama dan politik Iran bisa memicu reaksi luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga secara global, dan menimbulkan ketegangan lintas keyakinan. Para penanda tangan mendesak Dewan Keamanan PBB dan lembaga internasional untuk bertindak secara tegas dan terbuka terhadap tindakan provokatif semacam itu.
Latar belakang ketegangan ini adalah operasi militer Israel yang sebelumnya menewaskan sejumlah jenderal, ilmuwan, dan warga sipil Iran. Iran menanggapinya dengan meluncurkan Operasi True Promise 3, yang menghantam berbagai situs militer dan intelijen Israel di Wilayah Pendudukan.
Para tokoh yang menandatangani seruan tersebut antara lain Uskup Narsay Benjamin (Gereja Asiria), Varosh Avansian (Dewan Khilafah Armenia), Rabbi Younes Hamami Lalehzar (Komunitas Yahudi Iran), Mobad Mehraban Poladi (Zoroastrian), dan Ganzora Nejat Chahili (Mandaean).
