Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Olmert: Netanyahu Tak Punya Nyali dan Kapasitas untuk Akhiri Perang

Olmert: Netanyahu Tak Punya Nyali dan Kapasitas untuk Akhiri Perang

POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Jazeera, mantan PM Israel, Ehud Olmert melayangkan kritik pedas terhadap Benyamin Netanyahu.

“Serangan AS mungkin akan menunda program nuklir Iran untuk sementara. Namun dampak serangan ini akan sangat luas,” kata Olmert.

“Sangat jemawa dan tidak realistis jika kita berpikir bahwa ‘serangan-serangan preventif’ bisa membuat negara dengan populasi 90 juta orang dan warisan ribuan tahun akan bertekuk lutut.”

Sehubungan dengan perang di Gaza, Olmert mengatakan,”Netanyahu berhasil mengalihkan perhatian dari perang gagal di Gaza. Kini serangan AS adalah peluang bagus (bagi Netanyahu) untuk mengakhiri perang di Iran dan keluar secara damai dari perang Gaza.”

“Pengalaman masa lalu membuktikan, Netanyahu tahu caranya menyulut perang. Namun dia tak punya kemampuan, inovasi, dan keberanian untuk mengakhirinya.”

Sementara itu, harian Lebanon, al-Akhbar, menyoroti kerugian yang terjadi di Tanah Pendudukan akibat gelombang ke-20 serangan rudal Iran pada Minggu 22 Juni kemarin. Menurut harian ini, kendati ada sensor ketat atas media, serangan kemarin merupakan serangan terdahsyat Iran yang menyisakan kerusakan massif di Tanah Pendudukan.

Harian Yedioth Ahronoth mengeklaim, Iran dalam serangan kemarin meluncurkan 35 rudal. Sistem pertahanan udara disebut gagal mencegat rudal-rudal Iran, sehingga menghantam berbagai titik di Israel dan menyebabkan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bahkan sirene tanda bahaya di Haifa tidak aktif. Militer Rezim Zionis mengeklaim, hal ini disebabkan gangguan dalam pencegatan rudal-rudal Iran. Salah satu rudal pertahanan Israel malah mengenai salah satu tempat tinggal pemukim Zionis. Militer Israel mengaku, penyelidikan terkait kejadian ini masih berlanjut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *