Iran Tangkap Jaringan Mata-Mata Israel Terkait Operasi Drone dan Serangan Mematikan
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, pasukan keamanan Iran mengumumkan keberhasilan besar dalam menggagalkan jaringan mata-mata yang diduga berafiliasi dengan entitas Zionis, menyusul gelombang serangan mematikan yang menargetkan para ilmuwan nuklir dan fasilitas penting di negara tersebut.
Dalam operasi intelijen yang dilakukan pada Selasa 24 Juni, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menangkap enam individu yang dituduh bekerja sebagai agen spionase untuk Israel di Provinsi Hamedan, wilayah barat Iran.
Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan intensif terhadap aktivitas pengintaian dan sabotase yang menggunakan teknologi pesawat nirawak.
Media Pemerintah Iran melaporkan bahwa jaringan tersebut beroperasi dari wilayah pegunungan di barat laut Iran dan menggunakan drone untuk melakukan pengawasan terhadap area sensitif yang memiliki nilai strategis bagi keamanan nasional. Teknologi ini diduga digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen secara sistematis, dengan tujuan merusak stabilitas dan kedaulatan negara.
Penangkapan ini terjadi hanya dua hari setelah penahanan seorang kolaborator Israel lainnya di Provinsi Lorestan. Individu yang tidak disebutkan namanya tersebut ditangkap di Khorramabad dalam keadaan membawa alat peledak, menambah kekhawatiran akan kemungkinan aksi sabotase berskala besar.
Dalam kasus terpisah, polisi siber Iran di Provinsi Isfahan juga mengidentifikasi sekitar 60 orang yang diduga menjalankan operasi perang informasi. Mereka dituduh menyebarkan disinformasi, menciptakan keresahan sosial, dan memanipulasi opini publik atas perintah jaringan asing, termasuk Israel.
Sementara itu, serangan udara Israel pada Selasa pagi 24 Juni menewaskan ilmuwan nuklir Iran Mohammad Reza Sadeghi, hanya beberapa saat sebelum rencana gencatan senjata mulai berlaku. Ia menjadi korban keempat dalam rentetan pembunuhan terhadap ilmuwan Iran selama satu pekan terakhir, setelah Ali Bakaei Karimi, Mansour Askari, dan Saeed Barji gugur dalam serangan Sabtu 14 Juni lalu.
Tak hanya itu, Penjara Evin di Teheran juga menjadi sasaran serangan, yang menewaskan sejumlah staf dan warga sipil. Juru bicara pengadilan Iran mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang”.
Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi tindakan agresi dan subversi ini, dan berjanji akan membawa para pelaku ke pengadilan internasional.
