Dirjen IAEA yang Disinyalir ‘Antek Israel’: Kami Harus Tahu Tempat Penyimpanan Uranium Iran
POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan Fox News, Dirjen IAEA, Rafael Grossi -yang disinyalir sebagai “antek Israel”, menyatakan bahwa lembaganya tersebut tidak mengetahui lokasi Iran menyimpan uranium yang sudah diperkaya, yang beratnya sekitar 900 pon (400 kg).
Diberitakan Tasnim, sebelumya Iran telah mengambil tindakan antisipasi dengan memindahkan uraniumnya ke tempat aman sebelum serangan AS-Israel ke fasilitas nuklir damai mereka.
Sebelum ini, Tehran berulang kali mengkritik peran destruktif Grossi, yang telah “melapangkan jalan” untuk agresi AS-Israel ke fasilitas nuklir Iran.
“IAEA tidak punya informasi apa pun soal lokasi bahan uranium ini,” ujar Grossi saat ditanya Fox News tentang tempat penyimpanan itu.
Menurut Grossi, para pejabat Iran telah memberi tahu IAEA soal langkah-langkah pengamanan yang diambil Tehran, yang mungkin mencakup pemindahan uranium yang sudah diperkaya. Namun, imbuh Grossi, Tehran tidak memberikan rincian langkah-langkah tersebut.
Tanpa menyebut peran negatif IAEA, terutama laporan tendensiusnya yang melatarbelakangi agresi ke Iran, Grossi kembali menyerukan inspeksi ke fasilitas nuklir Iran.
“Satu-satunya jalan untuk menghilangkan ketidakjelasan ini adalah kembalinya para inspektur IAEA ke Iran dan dimulainya kembali aktivitas inspeksi,” ujar Grossi.
“Iran berkewajiban melaporkan seluruh bahan nuklirnya. Kami harus mengetahui lokasi penyimpanan tiap gram uranium yang sudah diperkaya.”
Pernyataan ini dilontarkan meski Iran dalam beberapa tahun terakhir telah menjalani inspeksi paling ketat; sesuatu yang tidak pernah dilakukan negara-negara anggota NPT lainnya.
Sebagai contoh, AS yang sejak tahun 1967 menjadi anggota NPT, tidak melaporkan seluruh aktivitas nuklirnya kepada IAEA. Aktivitas terkait program senjata nuklirnya juga tidak diawasi dan diinspeksi oleh IAEA.
Desakan IAEA untuk mengetahui lokasi penyimpanan uranium Iran ditanggapi oleh Menlu Rusia, Sergey Lavrov. Dia mengatakan, “IAEA ingin tahu lokasi uranium Iran, sebab mereka gusar dan berniat membombardirnya kembali.”
