Pakar Zionis Soroti ‘Hasil Terbalik’ Serangan AS-Israel ke Iran
POROS PERLAWANAN – Di tengah gelombang propaganda untuk mengesankan kesuksesan agresi Israel ke Iran, berbagai media Zionis sendiri mengakui kegagalan Tel Aviv dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang diumumkannya.
“Meski serangan Israel-AS telah mengenai beberapa target, namun bahkan dalam kondisi terbaik sekalipun, tindakan-tindakan ini hanya merupakan solusi sementara untuk mengatasi tantangan nuklir (Iran). Ini tidak bisa menjadi solusi sempurna untuk ancaman-ancaman Iran, yang merupakan musuh utama Israel,” lapor Maariv pada Selasa malam 24 Juni, Tasnim memberitakan.
Dalam wawancara dengan Maariv, pakar masalah Iran di INSS (Institute for National Security Studies), Raz Zimmt berupaya membesar-besarkan “capaian” Israel dalam perang ini. Kendati demikian, di sela-sela wawancara, ia mengatakan, ”Iran masih memiliki uranium yang diperkaya hingga 60 persen. Sama persis dengan yang dimilikinya sebelum serangan. Kemungkinan uranium itu telah dipindahkan ke tempat rahasia. Hari ini, bisa disimpulkan bahwa meski fasilitas pengayaan di Natanz dan Fordow telah diserang, fasilitas-fasilitas tersebut tidak hancur sepenuhnya.”
Menurutnya, teror terhadap 10 ilmuwan nuklir Iran bisa menunda aktivitas nuklir negara tersebut. Namun tidak akan memengaruhi langkah Iran untuk mengayakan uranium hingga level 90 persen, jika memang Tehran ingin melakukannya.
“Bisa dikatakan bahwa Iran mampu mempertahankan soliditas dalam negerinya dengan baik. Iran menunjukkan bisa tegak menghadapi ancaman luar. Langkah Israel serta pembunuhan dan penghancuran yang dilakukannya di Iran justru membuahkan hasil terbalik bagi Tel Aviv. Bisa dinyatakan bahwa dampak serangan Israel menciptakan gelombang amarah rakyat Iran kepada Israel. Ini menggagalkan upaya Israel untuk menciptakan kerusuhan di dalam Iran.”
“Saat ini, Israel dengan bantuan AS memerangi dan menyerang infrastruktur nuklir Iran. Namun dengan berlalunya waktu, sepertinya tidak mungkin AS akan melakukan kerja sama serupa lagi dengan Israel, atau memberikan kebebasan bertindak semacam ini kepada Israel.”
