Lolos dari Upaya Pembunuhan, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Klaim Sukses ‘Beri Pelajaran yang Takkan Mudah Dilupakan’
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani mengungkapkan bahwa dirinya menjadi target dalam upaya pembunuhan yang dilakukan oleh Israel, namun rencana tersebut berhasil digagalkan. Dalam wawancara eksklusif dengan televisi nasional Iran, Shamkhani mengonfirmasi kabar tersebut dan menyatakan bahwa ia mengetahui motif di balik serangan itu, meski belum dapat mengungkapkan rincian lebih lanjut kepada publik.
“Saya memberi mereka pelajaran yang tak akan mudah mereka lupakan,” ucap Shamkhani dengan nada tegas, tanpa merinci pihak mana saja yang terlibat secara langsung.
Shamkhani juga menyinggung keterlibatan Amerika Serikat dalam upaya destabilisasi internal Iran. Menurutnya, dialog yang dijalankan antara Iran dan AS selama ini tidak ditujukan untuk mencapai kesepakatan, melainkan untuk menciptakan ketegangan politik di dalam negeri.
“Kami menyadari sejak awal bahwa negosiasi itu hanyalah kedok,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa sistem keamanan dan militer Iran telah bersiap menghadapi berbagai skenario terburuk. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa pergantian komando bisa dilakukan hanya dalam waktu 12 jam, dan seluruh operasi tetap berjalan sesuai rencana meskipun terjadi ancaman besar.
Penampilan publik Shamkhani pada Sabtu 28 Juni di Lapangan Revolusi Teheran menjadi yang pertama sejak insiden tersebut. Ia turut hadir dalam prosesi pemakaman 60 syuhada Iran yang gugur akibat serangan Militer Israel beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, media Israel sempat mengeklaim bahwa Shamkhani telah tewas dalam serangan awal mereka terhadap Iran. Namun beberapa hari kemudian, Shamkhani membantah kabar tersebut lewat sebuah surat terbuka kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta rakyat Iran. Dalam surat itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi kepada kepemimpinan dan bangsa Iran, meski nyawanya telah menjadi target serangan asing.
Pernyataan Shamkhani memperkuat narasi bahwa Iran tetap solid menghadapi tekanan eksternal, dan menunjukkan bahwa skenario agresif dari pihak luar belum mampu menembus jantung kekuatan negara tersebut.
