Hamas Bantah Telah Terima Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel
POROS PERLAWANAN – Hamas membantah syarat-syarat yang diajukannya untuk kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, yang sebelum ini diberitakan sejumlah media.
Diberitakan al-Alam, Hamas dalam statemennya menegaskan, syarat-syarat Hamas untuk kesepakatan dengan Rezim Zionis terkait pertukaran tawanan dan gencatan senjata adalah “laporan tak berdasar dan penuh dengan dusta yang dibuat-buat.”
“Kabar-kabar ini adalah kebohongan nyata, yang tak ada kaitannya sama sekali dengan sikap Hamas. Kami membantah kabar ini sepenuhnya,” tegas Hamas.
Dalam statemen itu disebutkan, tujuan penyebaran dusta ini adalah menyimpangkan opini publik dari kejahatan perang Israel, memprovokasi mereka untuk menentang Hamas dan Perlawanan Palestina, serta menyelewengkan pendirian Hamas yang telah diumumkan sebelum ini.
Menurut Hamas, syarat-syaratnya untuk tiap kesepakatan sudah dideklarasikan secara gamblang kepada publik, bukan melalui sumber-sumber anonim yang melayani kepentingan Rezim Zionis.
“Ketika Rezim Zionis gagal menundukkan tekad warga Gaza, mereka mulai melancarkan kampanye terkoordinasi media untuk melunturkan tekad warga Gaza,” tandas Hamas.
Sebelumnya, Kanal 12 Israel melaporkan, para pejabat Rezim Zionis juga mengaku heran atas optimisme Donald Trump soal “kemungkinan tercapainya gencatan senjata di Gaza pada pekan mendatang.” Menurut mereka, Tel Aviv tidak mengetahui perubahan atau kemajuan apa pun yang bisa membenarkan optimisme ini. Mereka juga tidak menyaksikan perubahan sikap Hamas atau PM Benyamin Netanyahu untuk mengakhiri perang.
Pernyataan Trump terlontar di saat perselisihan Hamas dan Rezim Zionis untuk melanjutkan gencatan senjata masih berlanjut.
Hamas menegaskan, pelucutan senjata Gaza adalah garis merahnya. Sementara Israel menuntut agar Hamas melucuti senjatanya secara total, menyerah, dan para pimpinannya diasingkan.
