Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

AS Desak Iran Kembali ke ‘Tatanan Global’ yang Diinginkan Barat: Campur Tangan Gaya Lama dengan Bungkus Diplomasi

POROS PERLAWANAN – Pemerintah Amerika Serikat kembali menampilkan wajah klasiknya dalam urusan luar negeri: menyerukan kembalinya Iran ke “tatanan global”, sambil mencampuri urusan internal Republik Islam.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, pada Selasa 1 Juli, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce mengutip Presiden Donald Trump yang disebut telah menyatakan bahwa Iran harus kembali pada kerangka tatanan global yang diinginkan Barat.

“Presiden Trump selalu menjelaskan pandangannya tentang Iran. Ia menginginkan hubungan normal antara Republik Islam Iran dan negara-negara lain di dunia,” ujar Bruce dalam pernyataannya yang dikutip sejumlah media Amerika.

Lebih lanjut, Bruce mengeklaim bahwa Presiden AS siap mengambil “tindakan apa pun yang diperlukan” demi menjaga perdamaian dan stabilitas di Kawasan, sebuah retorika yang dalam praktiknya kerap menjadi justifikasi intervensi militer dan tekanan ekonomi terhadap negara-negara merdeka.

Pernyataan Bruce ini muncul sebagai reaksi terhadap pernyataan Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeed Iravani, yang menegaskan bahwa “belum ada kondisi yang memungkinkan untuk berdialog dengan Amerika Serikat”.

Sikap Iran mencerminkan konsistensinya dalam mempertahankan kedaulatan nasional dan menolak tekanan politik yang dibalut jargon diplomasi.

Desakan AS atas nama “tatanan global” dinilai sebagai upaya mempertahankan hegemoni lama yang kian rapuh di tengah kebangkitan kutub-kutub kekuatan baru di Timur.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *