Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Tokoh Jamaat-e-Islami Pakistan: Ancaman terhadap Ayatullah Khamenei akan Memicu Respons Global

POROS PERLAWANAN — Anggota senior Jamaat-e-Islami Pakistan, Merajul Huda Siddiqui memperingatkan bahwa setiap upaya yang mengancam Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, akan memicu reaksi luas dari komunitas global, khususnya dari mereka yang mencintai kebebasan dan keadilan.

Dalam wawancara eksklusif dengan Kantor Berita Mehr yang terbit pada Jumat 4 Juli, Siddiqui mengaitkan situasi geopolitik pasca-7 Oktober 2023, yang ditandai dimulainya Operasi Badai Al-Aqsa dengan peran strategis Iran dalam mendukung Poros Perlawanan terhadap Pendudukan Israel.

“Dengan dimulainya Badai Al-Aqsa, dunia melihat bahwa semangat Revolusi Islam Iran berada di balik gerakan-gerakan pembebasan Palestina, terutama dalam membebaskan Al-Quds,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pembunuhan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yang dilakukan Israel saat kunjungan ke Iran, merupakan indikasi bahwa Tel Aviv menyadari posisi sentral Iran dalam arsitektur regional Perlawanan.

Menurutnya, serangan Israel ke wilayah Iran pada 13 Juni lalu, termasuk upaya infiltrasi melalui agen intelijen Mossad untuk menargetkan ilmuwan dan komandan militer hanya dapat dikendalikan karena kepemimpinan stabil yang ditunjukkan Ayatullah Khamenei.

“Di tengah tekanan itu, Iran tetap berdiri kokoh. Serangan balistiknya membalikkan persepsi, sistem pertahanan Iron Dome dilumpuhkan, fasilitas intelijen Mossad diserang, dan mitos superioritas militer Israel hancur,” ujarnya.

Siddiqui juga menyinggung respons Iran terhadap pangkalan militer AS di Al-Udeid, Qatar, sebagai tonggak penting dalam menegaskan kemampuan pertahanan dan posisi Iran sebagai aktor strategis di Kawasan.

“Iran bukan hanya membalas secara militer, melainkan juga menunjukkan kematangan strategis dan keberanian menghadapi hegemoni AS. Bahkan Presiden AS sendiri terlihat ragu melanjutkan konflik,” katanya.

Ia menggambarkan Ayatullah Khamenei sebagai pemimpin agama dan politik paling berpengaruh saat ini, yang menjaga prinsip keadilan dan keberpihakan terhadap kaum tertindas, seraya menyebutnya sebagai penerus spirit para nabi dan imam.

“Beliau menjaga nyala obor spiritual Nabi Ibrahim, Musa, dan Imam Husein. Di hadapan tirani global, Ayatullah Khamenei tetap tegar, membawa panji Huseini melawan ‘Fir’aun’ zaman ini.”

Menanggapi ancaman baru-baru ini dari Donald Trump terhadap Ayatullah Khamenei, Siddiqui menyampaikan peringatan keras: “Jika, na’udzubillah, ada upaya untuk menyakiti beliau, bukan hanya rakyat Pakistan, tapi semua orang yang mencintai keadilan dan kebebasan di seluruh dunia akan bangkit menentangnya.”

Ia menambahkan bahwa rasa hormat rakyat Pakistan terhadap Ayatullah Khamenei melampaui afiliasi politik atau agama.

“Dukungan terhadap beliau tidak terbatas pada Jamaat-e-Islami. Dari kalangan ulama hingga rakyat biasa, banyak warga Pakistan menganggap beliau sebagai simbol keberanian dan integritas moral.”

Di akhir pernyataannya, Siddiqui menekankan isolasi moral yang dialami banyak pemimpin Muslim saat ini, yang menurutnya telah tunduk pada tekanan Barat.

“Ketika banyak pemimpin Muslim memilih diam atau tunduk pada kekuasaan global, Iran berdiri sendiri membela kehormatan dan martabat umat Islam.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *