Jihad Islam: Andai Netanyahu Serius, Kesepakatan Gencatan Senjata Bisa Diraih dalam 5 Menit
POROS PERLAWANAN – Wasekjen Jihad Islam, Muhammad al-Handi pada Rabu 9 Juli menyatakan, faksi-faksi Perlawanan Palestina telah banyak bersikap lunak untuk menghentikan agresi ke Gaza. Menurutnya, isu-isu utama dalam perundingan berkaitan dengan mundurnya Israel dari Gaza, masuknya bantuan kemanusiaan, dan jaminan untuk mengakhiri perang.
“Solusi nyata untuk mengatasi poin-poin yang diperselisihkan dalam perundingan saat ini masih belum dicapai,” kata al-Handi kepada al-Arabi, Fars memberitakan.
Ia menegaskan, pernyataan Israel soal pembuatan kota nonmiliter di Gaza berarti bahwa Militer Rezim Zionis tidak ingin mundur dari kawasan tersebut.
“Perlawanan tahu bahwa mungkin Israel akan melanggar kesepakatan. Kami ingin kembali ke rencana kesepakatan Januari. Namun kengototan Israel untuk tidak hengkang dari Poros Morag mengungkap strateginya untuk mengusir warga Gaza.”
“Para mediator Qatar dan Mesir telah mengerahkan banyak upaya. Namun mereka terbentur oleh kengototan dan sifat keras kepala Israel.”
“Kami menunggu Israel mengajukan rencana-rencana kongkret terkait mundur dari Gaza dan penghapusan tempat pembantaian bernama Poros Morag. Jika Netanyahu bersungguh-sungguh ingin meraih kesepakatan, hal ini bisa dicapai dalam 5 menit.”
Sebelumnya, seorang petinggi Hamas, Taher al-Nounou menyatakan bahwa faksinya bersikap sangat lunak dalam perundingan di Doha.
Menurutnya, Hamas setuju membebaskan 10 tawanan Zionis di Gaza demi menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dan penghentian agresi.
Pada Januari silam, Hamas dan Israel sudah menerima kesepakatan gencatan senjata yang akan dieksekusi dalam beberapa tahap. Tahap pertama berlangsung selama 42 hari. Meski demikian, Israel melanggar kesepakatan itu dan melanjutkan agresinya pada Maret silam.
