Dinas Keamanan Israel Frustrasi, Kegiatan Mata-Mata Warganya untuk Iran Makin Tak Terkendali
POROS PERLAWANAN – Dikutip dari Kayhan pada Sabtu 19 Juli, rezim Israel mengeluarkan imbauan publik yang tidak lazim, meminta warganya untuk tidak tergoda melakukan aktivitas mata-mata untuk Iran. Dalam pernyataannya, mereka memperingatkan bahwa konsekuensi dari tindakan tersebut jauh lebih besar daripada imbalan finansial apa pun.
Langkah ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat, menyusul perang selama 12 hari yang dilancarkan Israel terhadap sasaran-sasaran Iran, dan meningkatnya upaya Teheran untuk merekrut warga Israel sebagai agen. Menurut laporan Radio Farda, Israel menanggapi situasi ini dengan meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Uang Mudah, Biaya Besar”, yang disiarkan melalui radio, situs web utama, serta platform media sosial.
Kampanye tersebut dijalankan oleh Badan Keamanan Dalam a Israel, Shin Bet, bekerja sama dengan Direktorat Diplomasi Publik Nasional.
Salah satu dari dua iklan berdurasi 20 detik menampilkan seorang ayah yang sedang makan bersama keluarganya, sementara iklan lainnya memperlihatkan seorang pria yang sedang bersantai dengan teman-temannya. Kedua video kemudian disusul dengan teks: “Apakah lima ribu Shekel sepadan dengan menghancurkan hidupmu dan keluargamu?”
Jumlah lima ribu Shekel, sekitar 1.490 Dolar AS, dianggap sebagai kompensasi yang diterima oleh warga Israel yang bersedia bekerja sama dengan intelijen Iran. Iklan tersebut juga menyebutkan bahwa individu yang telah menerima uang dari Iran kini tengah menjalani hukuman penjara, serta memperingatkan bahwa siapa pun yang membantu Teheran dapat menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara.
“Uang mudah, biaya besar; jangan bantu musuh Iran,” demikian pesan kampanye tersebut.
Direktorat Diplomasi Publik Nasional rezim Zionis menyatakan bahwa Shin Bet dan kepolisian Israel telah mengidentifikasi lebih dari 25 misi intelijen yang diduga dilakukan untuk Iran sepanjang tahun terakhir. Hingga saat ini, lebih dari 35 individu telah diadili atas tuduhan serius yang berkaitan dengan keamanan negara.
Mantan Kepala Unit Kontra- Mossad bahkan menyampaikan kekhawatirannya: “Metode Iran dalam merekrut mata-mata sangat mengerikan.”
Kebocoran Dokumen dan Serangan Siber
Harian The Telegraph dari Inggris melaporkan dengan nada bertanya: “Bagaimana Iran memperoleh dokumen-dokumen rahasia Israel?”
Laporan itu mengungkap klaim bahwa televisi nasional Iran telah berhasil mendapatkan ribuan dokumen rahasia terkait proyek-proyek nuklir, pertahanan, dan strategi militer rezim Zionis. Operasi tersebut diperkirakan dilakukan tahun lalu.
Selaras dengan hal itu, laporan dari Microsoft menyebutkan bahwa Israel kini menjadi target utama serangan siber yang disponsori negara, bahkan melampaui Amerika Serikat. Serangan ini dinilai sebagai bagian dari strategi multidimensi Iran dalam mengimbangi dominasi teknologi dan informasi Zionis.
Metode Perekrutan Baru Iran: Cepat, Massif, dan Efektif
Mantan Kepala Unit Kontraterorisme Mossad, Oded Ilam mengungkap bahwa Iran kini meninggalkan pendekatan lama yang bersifat lambat dan metodis, di mana agen direkrut secara tertutup dalam kurun waktu panjang. Sebagai gantinya, Iran menerapkan strategi kampanye daring agresif dan berskala luas, di mana ribuan warga Israel dihubungi melalui media sosial.
“Ini pendekatan yang sangat logis. Dengan volume aktivitas yang tinggi, mereka pasti akan memperoleh hasil, dan sayangnya, memang berhasil,” ujar Ilam.
Lonjakan Penangkapan dan Peran Negara Ketiga
Laporan The Economist bulan lalu menyebutkan bahwa 39 warga Israel yang ditangkap karena bekerja untuk Iran hanyalah sebagian kecil dari jaringan yang lebih luas. Kegiatan mata-mata untuk Iran disebutkan terus meningkat di dalam wilayah Israel.
Iran sendiri dikenal menjalankan banyak operasi intelijennya melalui negara ketiga, seperti Turki dan Azerbaijan—di mana dinas keamanan setempat kerap kali mengabaikan aktivitas tersebut, atau dalam beberapa kasus, diduga terlibat secara tidak langsung.
Kepanikan Sistemik yang Tak Lagi Bisa Disembunyikan
Situasi ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya berhasil membangun kapabilitas pertahanan dan serangan di medan konvensional, tetapi juga memiliki keunggulan dalam perang informasi dan infiltrasi intelijen. Ketika rezim Zionis terpaksa memperingatkan rakyatnya untuk tidak tergoda menjadi mata-mata, itu sendiri adalah pengakuan atas kerapuhan sistem internal mereka.
