Penegasan Perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Mazandaran: Slogan Arbain Harus Epik, Revolusioner, Anti-Israel dan Anti-Amerika
POROS PERLAWANAN – Perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Provinsi Mazandaran, Ayatullah Mohammad Baqir Mohammadi Laini menegaskan bahwa slogan-slogan dalam upacara Arbain harus memuat semangat epik, revolusioner, serta secara tegas mengusung pesan anti-Israel dan anti-Amerika.
Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu malam 19 Juli, dalam rapat perencanaan dan koordinasi kegiatan “Jalan Menuju Arbain”, seperti dilaporkan kantor berita Mehrnews. Dalam pertemuan tersebut, Ayatullah Laini menyampaikan apresiasinya kepada para panitia dan peserta, sembari menekankan pentingnya menjadikan upacara Arbain sebagai wadah perjuangan politik yang selaras dengan nilai-nilai Revolusi Islam dan perlawanan terhadap hegemoni global.
“Majelis Imam Hussein harus politis, harus revolusioner. Jika tidak, akan kehilangan makna sejatinya,” ujarnya.
Merujuk pada pengalaman sebelas tahun penyelenggaraan prosesi Arbain serta berbagai kegiatan duka cita Muharam di tahun ini, Ayatullah Laini menyebut partisipasi umat sebagai bentuk ziarah Arbain jarak jauh, dan menyerukan kepada para ulama di Mazandaran untuk turut hadir secara aktif dalam prosesi Arbain dan peringatan Huseini.
Ayatullah Laini lebih lanjut menegaskan bahwa seluruh aspek yang berkaitan dengan Imam Husein, mulai dari masjid, hingga prosesi jalan kaki harus dijalankan dan dikelola secara langsung oleh rakyat.
“Muslim Syiah telah terbiasa selama empat belas abad mengatur urusan mereka secara mandiri dan populer. Inilah kekuatan kami,” tegasnya.
Ayatullah Laini memperingatkan bahwa para musuh Islam sangat khawatir terhadap segala sesuatu yang menyandang nama Imam Husein, kecuali jika pesan tersebut telah dikooptasi dan diselewengkan dari substansinya.
Sebagai Anggota Majelis Ahli, Ayatullah Laini mengkritik keras upaya-upaya yang ingin memisahkan dimensi politik dari peringatan Arbain, dengan menyebutnya sebagai pendekatan yang menyimpang dan tidak sesuai dengan hakikat kebangkitan Karbala.
“Gerakan Imam Husein adalah politik sejak akarnya. Siapa pun yang ingin mensterilkan peringatan ini dari makna politik akan menanggung akibat historis dan spiritualnya sendiri,” katanya.
Ayatullah Laini kemudian menyerukan agar slogan-slogan yang dikumandangkan dalam peringatan Arbain tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga menggelorakan semangat perlawanan terhadap kekuatan arogansi dunia: “Slogan-slogan kita harus epik, revolusioner, anti-Israel, anti-Amerika, dan mencerminkan persatuan.”
Lebih lanjut, Ayatullah Laini menekankan bahwa pawai Arbain bukan sekadar bentuk ziarah spiritual, melainkan juga sebuah jihad kultural dan gerakan revolusioner global.
“Setiap peserta hendaknya hadir dengan niat untuk menegakkan ritual Huseini, melaksanakan ‘Operasi Janji Sejati 3’, dan mempersembahkannya di jalan Allah Swt.”
Di akhir pesannya, beliau menegaskan pentingnya keikhlasan dalam setiap tindakan, seraya mengingatkan bahwa Imam Zaman tidak menilai amal dari kuantitasnya, tetapi dari kualitas dan ketulusan niat di baliknya.
