UNRWA: Bayi dan Anak-anak Palestina Jadi Korban Utama Aksi Pelaparan yang Disengaja oleh Israel di Gaza
POROS PERLAWANAN – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah menyerukan pencabutan blokade di Jalur Gaza dengan segera. UNRWA memperingatkan akan terjadinya kelaparan semakin parah yang melanda warga sipil, termasuk sekitar satu juta anak-anak.
Dilansir al-Mayadeen, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu 20 Juli, UNRWA mendesak intervensi internasional untuk mengizinkan bantuan makanan dan medis masuk ke Jalur Gaza. Badan tersebut menuduh rezim Pendudukan Israel sengaja “membuat warga sipil di Gaza kelaparan”, dan menyebut situasi tersebut sebagai ancaman langsung terhadap kehidupan penduduk di kawasan tersebut.
Krisis kemanusiaan di Gaza terus meningkat ketika Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan kematian Razan Abu Zaher, seorang bayi yang meninggal karena kekurangan gizi dan kekurangan susu. Kematiannya menambah jumlah anak yang meninggal akibat kelaparan, yang disebabkan oleh blokade Israel, menjadi empat orang dalam 24 jam terakhir.
Menurut Kementerian tersebut, Jalur Gaza saat ini sedang menghadapi keadaan “kelaparan sangat parah”, yang disebabkan oleh kekurangan pangan yang kritis dan merebaknya malnutrisi akut.
Rumah sakit di seluruh Gaza merawat ratusan warga sipil yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Staf medis menggambarkan situasi “stres yang ekstrem”, karena mereka kewalahan menghadapi kasus kelaparan massal, termasuk bayi, anak-anak, dan orang tua.
Kementerian Kesehatan juga melaporkan bahwa pembantaian berdarah terjadi di dekat titik-titik distribusi bantuan kemanusiaan, yang semakin membahayakan nyawa ribuan orang. Kurangnya akses yang aman untuk mendapatkan makanan pokok dan obat-obatan kian memperparah krisis.
Dalam sebuah peringatan tegas pada Sabtu kemarin, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan lonjakan jumlah warga sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk anak-anak, wanita, dan orang tua, yang tiba di Unit Gawat Darurat dalam kondisi kritis karena kelaparan dan kelelahan yang parah.
Menurut Kementerian, ratusan orang berada di ambang kematian, tubuh mereka sangat kurus setelah melampaui batas-batas kelangsungan hidup secara fisik.
“UGD menyaksikan masuknya warga sipil yang kelaparan dari segala usia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka tiba dalam kondisi kelelahan yang parah,” kata Kementerian Kesehatan Palestina.
Organisasi tersebut memperingatkan bahwa jika blokade total terhadap makanan dan bantuan terus berlanjut, banyak dari mereka yang menderita malnutrisi parah dapat meninggal dalam beberapa hari. Ini bakal menandai titik balik yang sangat buruk dalam krisis kemanusiaan.
Peringatan ini muncul ketika pengepungan Israel yang telah berlangsung berbulan-bulan terus mencegah masuknya makanan dan bantuan kemanusiaan yang memadai ke Jalur Gaza. Badan-badan PBB dan pejabat kesehatan telah berulang kali memperingatkan bahwa kelaparan tidak lagi menjadi ancaman, tetapi menjadi kenyataan bagi banyak orang di daerah tersebut.
