Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Syekh Naim Qasim Sebut Kejahatan di Gaza ‘Noda Sejarah’

Sekjen Hizbullah Seru Negara-negara Arab dan Islam Tutup Kedubes Musuh dan Hentikan Hubungan Dagang dengannya

POROS PERLAWANAN — Merespons agresi brutal rezim Zionis di Jalur Gaza, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syekh Naim Qasim, menegaskan bahwa “sejarah akan mencatat aib ini di dahi para pemimpin dan pemerintahan dunia selama era kelaparan yang dipaksakan dan pembantaian massal terhadap kaum tertindas”.

Dalam pernyataan yang dirilis dan dikutip Kantor Berita Tasnim pada Rabu 23 Juli, Syekh Qasim menyebut agresi gabungan Amerika Serikat dan Israel sebagai biang dari bencana kemanusiaan yang kini berlangsung di Gaza, serta menggambarkan serangan tersebut sebagai bentuk kebiadaban, genosida, pelaparan sistemik, dan pembantaian yang telah melampaui batas-batas kemanusiaan maupun etika universal.

Isi lengkap pernyataan beliau sebagai berikut:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih

Apa yang terjadi saat ini terhadap rakyat Palestina yang tertindas di Jalur Gaza merupakan akibat langsung dari agresi bersama Amerika Serikat dan entitas Zionis. Mereka telah terlibat secara sadar dalam kebiadaban, genosida, pelaparan massal, dan pembantaian yang telah melampaui semua standar kemanusiaan dan moral.

Dunia menyaksikan dalam diam. Keheningan internasional adalah kecaman terselubung terhadap para pemerintah dan pejabat dunia, sekaligus bukti nyata kegagalan total dari sistem hukum internasional. Fakta bahwa 25 negara menyerukan diakhirinya perang bukanlah pencapaian; itu tidak membebaskan mereka dari tanggung jawab moral atas apa yang terjadi, terlebih bila mereka secara langsung atau tidak langsung telah mendukung agresi sejak awal.

Pernyataan dan kecaman semata tidak lagi cukup. Hal yang dibutuhkan adalah tindakan konkret, menghentikan pembantaian, memutus dukungan, dan melawan rezim kriminal ini dengan langkah nyata: boikot total terhadap entitas Israel, pengucilan politik, penuntutan atas kejahatan perang, serta penghentian seluruh bentuk kerja sama dengannya.

Tanggung jawab utama berada di tangan dunia Arab dan Islam, baik di tingkat pemerintahan maupun rakyat. Jangan menjadi penonton bisu di tengah tragedi. Ambil sikap. Hentikan normalisasi. Tutup kedutaan musuh. Hentikan perdagangan. Bersatulah, dengan segala daya upaya, untuk membela Gaza dan Palestina. Jika Amerika menyaksikan bahwa umat bersatu di belakang rakyat Palestina, ia akan dipaksa mundur.

Sejarah akan menuliskan aib ini di dahi para pemimpin dan pemerintahan dunia, bahwa di zaman ini, pelaparan sistematis dan pembantaian massal dibiarkan terjadi terhadap rakyat yang tertindas.

Penindasan Amerika dan Israel tidak hanya akan gagal, tetapi juga akan menjadi beban sejarah bagi mereka yang memilih bungkam. Ingatlah firman Allah: “Sesungguhnya para penindas tidak akan pernah menang.”

Kebiadaban dan kesombongan Israel ini, insya Allah, akan segera berubah menjadi kehancuran yang menghantam mereka dari dalam.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *