Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Seruan Hamas Kepada Pemimpin Arab: Rakyat Gaza Kelaparan, Akhiri Kebisuan Kalian

POROS PERLAWANAN – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyerukan kepada para pemimpin dunia Arab dan Islam untuk segera mengambil tindakan tegas menghentikan genosida dan pelaparan sistemik yang melanda lebih dari dua juta warga Jalur Gaza. Hamas menyebut diamnya para penguasa sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas umat.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Kantor Berita Tasnim pada Rabu 23 Juli, Hamas menegaskan bahwa rakyat Palestina kini menghadapi kelaparan ekstrem akibat blokade total oleh rezim Zionis, yang secara sistematis mencegah masuknya air bersih, makanan, dan bantuan medis ke wilayah Gaza.

“Kami sampaikan kepada para pemimpin bangsa, dunia Arab dan Islam bahwa rakyat kami di Gaza tengah sekarat karena kelaparan. Waktunya telah tiba untuk melepaskan belenggu, membuka penyeberangan, dan memberikan bantuan kepada mereka yang kelaparan,” tegas pernyataan tersebut.

Diamnya Dunia Arab: Luka Kedua bagi Gaza

Hamas menyatakan keterkejutannya atas minimnya reaksi dunia Arab dan Islam terhadap penderitaan kolektif di Gaza, yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Mereka menilai respons yang ada belum mencerminkan skala tragedi kemanusiaan yang sedang terjadi.

“Rakyat kami lapar dan haus, sementara ribuan truk bantuan menumpuk di sisi Mesir di perbatasan Rafah,” tambah pernyataan itu, merujuk pada kegagalan pembukaan akses kemanusiaan yang vital.

Gerakan ini menyatakan bahwa keheningan para pemimpin Arab bukan hanya melemahkan semangat rakyat Palestina yang tertindas, melainkan juga memberi sinyal kepada pemimpin Israel, Benyamin Netanyahu untuk terus melanjutkan kebijakan pelaparan massal dan genosida terbuka terhadap Gaza.

Tuntutan Tegas: Putuskan Hubungan, Akhiri Normalisasi

Hamas secara eksplisit menyerukan kepada seluruh negara Arab dan Islam untuk:

1. Memutuskan hubungan diplomatik dengan entitas Zionis.
2. Mengusir para duta besar Israel dari wilayah mereka.
3. Menghentikan seluruh bentuk normalisasi dengan rezim penjajah.

Seruan ini datang di tengah gelombang frustrasi rakyat Palestina terhadap negara-negara yang tetap menjalin hubungan dengan Israel di tengah agresi militer yang terus berlanjut.

Gaza sebagai Ujian Moral Peradaban

Pernyataan Hamas menggarisbawahi bahwa Gaza bukan hanya zona konflik, melainkan juga ujian sejarah bagi integritas moral dunia Arab dan Islam. Saat dunia menyaksikan kelaparan digunakan sebagai senjata perang, Hamas mendesak agar sikap diam tidak lagi menjadi pilihan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *