Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Ayatullah Sistani: Dunia Islam Harus Segera Bertindak Akhiri Kejahatan Israel di Gaza

POROS PERLAWANAN — Otoritas Tertinggi Syiah di Irak, Ayatullah Sayyid Ali Sistani menyatakan keprihatinan mendalam atas bencana kemanusiaan yang berlangsung di Jalur Gaza, dan menyerukan kepada negara-negara Islam serta komunitas internasional untuk segera bertindak mengakhiri kejahatan yang dilakukan oleh rezim Pendudukan Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis dari Najaf dan dilansir Tasnimnews Agency pada Sabtu 26 Juli, Ayatullah Sistani menyebut bahwa setelah hampir dua tahun pembantaian dan penghancuran tanpa henti, rakyat Palestina kini menghadapi kondisi yang sangat genting: kelaparan massal, kehancuran infrastruktur, serta penderitaan anak-anak, orang sakit, dan lansia yang tak lagi memiliki akses pada kebutuhan hidup dasar.

“Meskipun kekejaman seperti ini tidak mengejutkan dari rezim Pendudukan yang berusaha mengusir bangsa Palestina dari tanahnya,” ujar beliau, “namun sangat disayangkan bahwa dunia terutama dunia Arab dan Islam, masih memilih diam dan membiarkan bencana ini terus berlangsung.”

Ayatullah Sistani mendesak agar semua kekuatan politik dan keuangan dunia Islam digunakan secara maksimal untuk memaksa Israel membuka akses bantuan kemanusiaan, serta menghentikan pengepungan total terhadap Gaza.

Dalam pernyataannya, Ayatullah Sistani menegaskan:

“Pemandangan kelaparan yang disiarkan setiap hari di media semestinya cukup untuk menggugah hati nurani siapa pun yang masih punya belas kasih. Sebagaimana disabdakan oleh Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib (a.s), ketika menggambarkan penindasan terhadap seorang wanita di wilayah Islam: ‘Jika seorang Muslim wafat karena kesedihan setelah menyaksikan kejadian seperti ini, maka itu bukan sesuatu yang tercela; bahkan menurutku, itu adalah hal yang sepatutnya’.”

Dunia Islam, Sunyi dan Malu oleh Sejarahnya Sendiri

Pernyataan Ayatullah Sistani bukan hanya seruan moral, melainkan juga tamparan bagi dunia Arab dan Islam yang hingga kini lebih sibuk menjaga citra diplomatik dan kontrak dagang, ketimbang menyelamatkan Gaza dari kehancuran total.

Diamnya mayoritas pemimpin Muslim bukan karena ketidaktahuan, melainkan keputusan sadar untuk membiarkan genosida berlangsung. Mereka tahu, mereka melihat, tetapi mereka tidak bertindak. Di saat Gaza terbakar, mereka malah berdamai dengan penjajah, bersalaman di forum ekonomi, dan berswafoto dengan para sponsor kejahatan.

Sejarah akan mencatat dan tidak terlupakan, ketika rakyat Palestina berteriak minta tolong, dunia Islam justru menutup telinga dan membuka jalur ekspor. Mereka tidak hanya gagal bertindak, bahkan tidak malu untuk menontonnya.

Tags: