Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Haaretz: Israel Bunuh 1.000 Anak Gaza dalam Sebulan, Dunia Terus Diam Menyaksikan

POROS PERLAWANAN — Dalam laporan mencengangkan yang dirilis oleh surat kabar Israel Haaretz, diungkapkan bahwa sekitar 1.000 anak Palestina tewas dibunuh oleh tentara Israel hanya dalam satu bulan terakhir serangan di Jalur Gaza. Angka ini menambah daftar panjang kejahatan perang yang secara sistematis menargetkan warga sipil, terutama yang paling rentan: anak-anak.

Dikutip oleh Al Jazeera Qatar pada Sabtu 26 Juli, laporan ini memperjelas dimensi pembantaian sistematis yang dilakukan rezim Pendudukan. Dalam kondisi di mana rumah sakit dibombardir, kelaparan disengaja, dan akses bantuan kemanusiaan diblokade, pembunuhan massal terhadap anak-anak bukan hanya konsekuensi perang, melainkan kebijakan.

Guterres: Gaza Bukan Lagi Krisis Kemanusiaan, Ini Krisis Moral

Sementara Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, secara terbuka menyatakan bahwa tragedi di Gaza telah menantang moralitas global. Dalam pernyataannya, ia berkata: “Apa yang terjadi di Gaza bukan sekadar krisis kemanusiaan. Ini adalah krisis moral, dan ujian bagi hati nurani dunia.”

Ia menambahkan bahwa staf PBB berjuang melawan kelaparan di lapangan, namun menekankan secara getir: “Kata-kata tidak akan memberi makan anak-anak yang kelaparan.”

Sanders: Israel Gunakan Kelaparan sebagai Senjata Genosida

Senada, senator Amerika Serikat Bernie Sanders mengecam keras kebijakan rezim Israel, menyebut penggunaan kelaparan massal sebagai alat pembersihan etnis. Dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera, ia mengatakan, “Pemerintah ekstremis Israel menggunakan kelaparan untuk menghancurkan rakyat Gaza. Dan di saat yang sama, Washington telah menyuntikkan lebih dari $22 miliar dana militer untuk menopang mesin pembunuhan ini.”

Kejahatan Telanjang, Diam yang Memalukan

Ketika bahkan media dan politisi dari kubu pendukung Israel pun mulai angkat suara, dunia Arab dan Islam masih sibuk berunding tentang “resolusi damai” dan pertemuan meja panjang yang tak menghasilkan apa-apa. Seribu anak tewas dalam sebulan, namun kecaman yang seharusnya mengguncang forum-forum dunia, justru kalah oleh sorotan konser dan kesepakatan dagang.

Ini bukan sekadar kegagalan diplomatik. Ini adalah kebangkrutan moral global, dengan Israel sebagai pelaku, dan sebagian besar dunia, termasuk mereka yang mengaku sebagai saudara seiman sebagai penonton yang tak hanya diam, tetapi diam karena nyaman.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *