Otoritas Tertinggi Syiah Irak Serukan Persatuan Umat Islam dan Kewaspadaan terhadap Konspirasi Musuh
POROS PERLAWANAN — Di tengah berlangsungnya prosesi Arbain Imam Husain yang agung dan penuh makna, Otoritas Keagamaan Tertinggi Syiah Irak kembali menegaskan pentingnya menjaga persatuan Umat Islam dan meningkatkan kewaspadaan terhadap konspirasi musuh-musuh Islam, baik dari luar maupun dalam negeri.
Perwakilan resmi Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali al-Sistani, Syekh Abdul Mahdi al-Karbalai menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah syekh suku Irak. Dalam pesannya ia menyatakan, “Otoritas Keagamaan Tertinggi terus menekankan pentingnya persatuan umat Islam, baik dalam perkataan maupun perbuatan.”
Syekh al-Karbalai menjelaskan bahwa salah satu misi utama Marja’iyah (otoritas Keagamaan Tertinggi Syiah) di Irak adalah melindungi agama Islam dan menjamin keselamatan serta kesejahteraan rakyat. Ia juga menekankan bahwa menjaga persatuan antara kelompok Syiah dan Sunni di Irak merupakan prinsip yang secara konsisten ditegaskan oleh Ayatullah Sistani.
Sejak tumbangnya rezim Baath pimpinan Saddam Hussein, otoritas keagamaan di Najaf telah memainkan peran sentral sebagai katup pengaman nasional di tengah berbagai upaya destabilisasi. Arogansi global dan Zionisme internasional, dengan dukungan para agen lokal, telah berulang kali mencoba menyalakan api fitnah sektarian di Irak. Namun, Marja’iyah selalu berdiri kokoh sebagai penghalang utama terhadap skenario perpecahan tersebut.
“Otoritas Keagamaan Tertinggi telah menjadi tembok pelindung yang kokoh melawan infiltrasi musuh-musuh Islam,” tegas Syekh al-Karbalai. “Kami terus menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada dan tidak terjebak dalam perangkap sektarian yang dirancang untuk melemahkan kekuatan umat.”
Pernyataan ini datang di saat Umat Islam, khususnya di Irak, memperingati Arbain, momen spiritual yang merepresentasikan solidaritas, pengorbanan, dan kebangkitan Islam melawan tirani, serta menjadi simbol nyata perlawanan terhadap semua bentuk penindasan.
