Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia Palestina

Pawai Solidaritas untuk Gaza Guncang Jembatan Sydney: Ribuan Orang Tuntut Keadilan dan Hentikan Tragedi Kemanusiaan

Pawai Solidaritas untuk Gaza Guncang Jembatan Sydney: Ribuan Orang Menuntut Keadilan dan Kemanusiaan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, ribuan warga Sydney turun ke jalan pada Minggu 3 Agustus, menyeberangi Jembatan Pelabuhan Sydney dalam sebuah aksi yang dijuluki “Pawai untuk Kemanusiaan” guna menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza. Di tengah hujan lebat dan tekanan dari otoritas, para demonstran dengan penuh semangat membawa bendera Palestina, menabuh panci dan wajan sebagai simbol kelaparan yang mengancam jutaan warga Gaza akibat blokade dan agresi militer Israel.

Aksi ini menjadi momentum besar gerakan pro-Palestina di Australia, terutama setelah Mahkamah Agung New South Wales memberikan izin resmi bagi pawai tersebut, meskipun sebelumnya sempat diblokir oleh polisi dan didukung oleh Perdana Menteri NSW Chris Minns dengan alasan keselamatan dan potensi gangguan lalu lintas.

Salah satu figur penting yang ikut hadir dalam pawai ini adalah pendiri WikiLeaks, Julian Assange, yang baru kembali ke Australia usai dibebaskan dari penjara di Inggris. Ia tampak berbaris bersama keluarganya serta mantan Menteri Luar Negeri Australia dan Perdana Menteri NSW Bob Carr. Kehadiran Assange dan lima anggota parlemen dari Partai Buruh memperkuat legitimasi moral aksi ini.

Hakim Belinda Rigg dalam putusannya menegaskan bahwa pawai ini merupakan bagian sah dari kebebasan berekspresi yang dijamin dalam sistem demokrasi Australia. Ia menyebut kekhawatiran polisi soal ketertiban dan lalu lintas tidak cukup kuat untuk membatasi hak masyarakat menyuarakan keprihatinan terhadap krisis kemanusiaan. “Ketidaknyamanan publik tidak bisa dijadikan alasan untuk membungkam aksi politik yang sah,” ujar Rigg.

Palestine Action Group, sebagai penyelenggara, menyambut keputusan tersebut sebagai “kemenangan bersejarah”. Mereka menyatakan bahwa aksi ini akan berlangsung damai, inklusif, dan aman untuk semua peserta. Juru bicara kelompok itu, Josh Lees, menyatakan bahwa pawai adalah respons mendesak terhadap genosida yang sedang berlangsung di Gaza.

Kepolisian NSW menyatakan komitmennya untuk mendukung pengamanan aksi tersebut. Wakil Komisaris Peter McKenna menjelaskan bahwa aparat, termasuk satuan pengendali huru-hara dan patroli lalu lintas, akan dikerahkan untuk menjaga ketertiban, bukan menghalangi. “Kami tidak berpolitik, kami menegakkan hukum,” ujarnya.

Di tingkat nasional, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga menanggapi situasi Gaza dengan nada keras. Ia mengecam klaim Pemerintah Israel bahwa tidak ada kelaparan di Gaza sebagai “tidak masuk akal” dan mengkritik pembatasan terhadap jurnalis asing di wilayah konflik. Ia menyatakan keprihatinannya terhadap penderitaan warga sipil, terutama anak-anak, dan menegaskan bahwa penolakan Israel terhadap bantuan kemanusiaan adalah tindakan yang “tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat diterima”.

Pawai besar ini menjadi simbol kuat bahwa dukungan terhadap rakyat Palestina tidak dapat dibungkam, bahkan di tengah tekanan politik dan hukum. Di mata para peserta, pawai ini bukan sekadar aksi jalanan, melainkan seruan mendesak bagi dunia untuk tidak tinggal diam menghadapi tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *