Intelijen Irak Gagalkan Konspirasi ISIS-Zionis yang Targetkan para Peziarah Arbain
POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari Kantor Berita resmi Irak (INA), Gubernur Karbala, Nasif Jasim Khatabi dalam sebuah konferensi pers mengumumkan, Tim Intelijen Elang di Provinsi Karbala, yang berada di bawah pengawasan langsung Pengadilan Investigasi Karbala, telah melakukan sebuah operasi intelijen superrahasia dan akurat.
“Operasi berujung pada penangkapan 22 teroris yang berniat melakukan aksi kriminal, termasuk meledakkan bom di jalur yang dilalui para peziarah, menargetkan aparat keamanan dan maukib-maukib Husaini, serta upaya untuk meracuni para peziarah di tempat-tempat berkumpul, terutama di sektor selatan Provinsi Karbala,” tutur Khatabi.
“Salah satu operasi yang digagalkan adalah upaya untuk menargetkan sebuah husainiyah di jalan Karbala-Najaf. Konspirasi ini digagalkan berkat kerja sama aparat hukum dan keamanan.”
“Penyelidikan dan bukti-bukti menunjukkan, para tersangka sudah bersiap untuk mengeksekusi aksi-aksi teror mereka. Para tersangka telah mengakui keterkaitan mereka dengan ISIS.”
Sembari menyatakan bahwa sejumlah tersangka memiliki hubungan dengan lembaga-lembaga asing, Gubernur Karbala menambahkan,”Salah satu dari mereka memiliki koneksi langsung dengan Rezim Zionis dan kelompok-kelompok pendukung terorisme.”
Seperti diketahui, longmarch Arbain adalah sebuah pawai besar yang dilakukan oleh umat Muslim Syiah untuk memperingati 40 hari setelah hari Asyura, yaitu hari kesyahidan Imam Husain, cucu Nabi Muhammad saw. Longmarch ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Muslim Syiah, di mana jutaan orang dari berbagai negara berjalan kaki menuju Karbala, Irak, untuk berziarah ke makam Imam Husain.
