Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Luncurkan Operasi ‘DC Aman dan Indah’, Ancam Usir Tunawisma dan Tingkatkan Kehadiran FBI di Ibu Kota

Trump Luncurkan Operasi “DC Aman dan Indah”, Ancam Usir Tunawisma dan Tingkatkan Kehadiran FBI di Ibu Kota

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kontroversi baru setelah meluncurkan inisiatif “DC Aman dan Indah” yang bertujuan menertibkan Washington, DC. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyerukan agar para tunawisma “segera meninggalkan” ibu kota, menjanjikan pemukiman bagi mereka namun “jauh dari pusat kota.”

Trump menegaskan bahwa para pelaku kriminal akan “ditempatkan di penjara yang semestinya” dan perubahan akan dilakukan secara cepat. “Kami ingin ibu kota kami kembali,” tulisnya, disertai foto-foto tenda di pinggir jalan.

Beberapa jam setelah pernyataan itu, Kantor Lapangan FBI di Washington mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam peningkatan patroli penegak hukum federal di kota tersebut. Langkah ini sejalan dengan perintah eksekutif Trump, yang telah memicu lonjakan penangkapan pelanggaran ringan meskipun statistik menunjukkan tren penurunan kejahatan.

Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, menyebut operasi ini berhasil mengamankan senjata dan narkotika hanya dalam hitungan malam, sekaligus mencegah “banyak potensi kejahatan” melalui kehadiran aparat yang masif.

Trump berencana memaparkan detail program ini dalam konferensi pers, termasuk rencana “mengakhiri kejahatan dan mempercantik kota” serta kritiknya terhadap proyek renovasi Federal Reserve senilai 3,1 miliar dollar yang menurutnya bisa diselesaikan jauh lebih murah. Ia juga menyebut Wali Kota Muriel Bowser sebagai “orang baik” yang gagal mengatasi masalah kejahatan dan kebersihan.

Meski Trump menggambarkan DC “tak terkendali,” data 2025 menunjukkan kejahatan kekerasan menurun 26% dari tahun sebelumnya, termasuk penurunan pembunuhan sebesar 12% dan perampokan 28%. Namun, tingkat kejahatan kekerasan DC masih dua kali lipat rata-rata nasional.

Masalah tunawisma tetap menjadi tantangan besar. Meskipun terjadi penurunan 9% dibanding 2024, DC masih mencatat angka tertinggi di AS, sekitar 73 tunawisma per 10.000 penduduk. Riset menunjukkan tunawisma lebih sering menjadi korban kejahatan ketimbang pelaku, dengan tingkat viktimisasi kekerasan hampir 10 kali lipat populasi umum.

Trump juga mengancam akan mengambil alih pengelolaan keamanan DC secara federal jika pemerintah kota gagal “memperbaiki keadaan.” Langkah itu dapat melibatkan pengerahan Garda Nasional atau pengambilalihan sementara komando kepolisian metropolitan.

Wali Kota Bowser menolak klaim Trump, menegaskan penurunan kejahatan dua tahun berturut-turut dan menyebut retorika presiden “berlebihan dan menyesatkan.”

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *