Krisis Internal: Menteri Perang Israel dan Panglima IOF Bentrok Soal Perombakan Pejabat Senior
POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, ketegangan politik-militer di Israel kembali memanas setelah Menteri Perang Israel, Israel Katz memblokir rencana Kepala Staf Pasukan Pendudukan Israel (IOF) Letjen Eyal Zamir untuk merombak sejumlah posisi penting di tubuh militer. Perselisihan ini muncul di tengah operasi berkelanjutan di Gaza dan meningkatnya tekanan internasional terhadap Tel Aviv.
Katz menilai Zamir bertindak tanpa koordinasi yang memadai ketika mengumumkan rencana penunjukan tujuh komandan divisi baru, termasuk kepala Korps Lapis Baja dan Korps Zeni. Sesuai protokol, setiap pengangkatan dengan pangkat brigadir jenderal atau lebih tinggi memerlukan persetujuan menteri keamanan.
Sumber dekat Katz menyebut sang menteri tidak akan menyetujui penunjukan yang diumumkan IOF, meski sudah dipublikasikan secara resmi. Langkah Katz ini dinilai mirip dengan model yang diciptakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dalam mengendalikan pengangkatan pejabat senior kepolisian.
Kantor Katz menegaskan bahwa tindakan Zamir melanggar prosedur yang berlaku. Sementara itu, Unit Juru Bicara IOF menyatakan bahwa meski persetujuan menteri diperlukan, proses penunjukan sepenuhnya berada di bawah wewenang kepala staf sebelum diajukan.
Perselisihan ini kian menyoroti keretakan hubungan antara pemerintah dan komando militer. Hanya beberapa hari sebelumnya, Zamir bersilang pendapat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait rencana pendudukan penuh Kota Gaza. Dalam rapat kabinet perang selama 10 jam awal Agustus, Zamir memperingatkan bahwa langkah itu bisa menjadi “jebakan” yang membahayakan tawanan Palestina, memerlukan mobilisasi 200.000 pasukan cadangan, serta membebani sumber daya militer.
Zamir juga menilai tentara tidak memiliki infrastruktur sipil memadai untuk mengelola Gaza, seperti rumah sakit dan bantuan kemanusiaan. Namun, setelah perintah Netanyahu turun, ia tetap mempersiapkan operasi tersebut.
Kontroversi ini memicu reaksi keras. Yair Netanyahu, putra perdana menteri, menuding Zamir mencoba melakukan “kudeta militer.” Namun, Katz justru membela hak Zamir menyampaikan pandangan profesionalnya, sebuah dukungan yang jarang terjadi di panggung politik Israel.
Dalam daftar pengangkatan yang diusulkan Zamir, termasuk Brigjen Barak Hiram sebagai Kepala Divisi Operasi, serta komandan baru untuk Divisi 98, 36, 210, 99, 146, 143, dan 252. Pemimpin oposisi Yair Lapid mengkritik keras situasi ini, menyebutnya bukti kekacauan internal pemerintahan Netanyahu.
