Norwegia Tegaskan Divestasi dari Israel, Siap Lanjutkan Pemangkasan Investasi
POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, dana kekayaan negara Norwegia senilai 1,9 triliun Dolar AS resmi melepas seluruh sahamnya di Bet Shemesh Engines Holdings, dan mengisyaratkan rencana penarikan lebih luas dari perusahaan yang beroperasi di Israel seiring meningkatnya kekhawatiran etis terkait perang di Gaza.
CEO Norges Bank Investment Management, Nicolai Tangen menegaskan bahwa penjualan saham Bet Shemesh merupakan bagian dari strategi investasi baru. “Kami telah menjual seluruh kepemilikan kami di Bet Shemesh Holdings dan berharap akan melakukan divestasi dari lebih banyak perusahaan di Israel,” ujarnya.
Langkah ini mendapat sorotan karena saham Bet Shemesh justru diakuisisi sebulan setelah perang Gaza dimulai, keputusan yang memicu kritik publik dan tuduhan bahwa dana tersebut mengabaikan pedoman etika investasinya. Tangen menekankan bahwa penjualan itu mencerminkan meningkatnya keprihatinan atas tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat.
Wakil CEO juga menambahkan bahwa portofolio berbasis Israel akan disederhanakan, namun melalui peninjauan menyeluruh terlebih dahulu. “Penarikan tambahan kemungkinan akan dilakukan setelah proses ini selesai,” katanya.
Pada akhir 2024, kepemilikan dana di Bet Shemesh mencapai 2,1% atau senilai 15 juta Dolar, lebih dari empat kali lipat dibanding akhir 2023. Kenaikan ini terjadi di tengah perang Gaza dan memicu kemarahan kelompok masyarakat sipil serta partai politik di Norwegia.
Sehari sebelumnya, lembaga ini mengumumkan divestasi dari 11 perusahaan Israel lainnya, dengan alasan situasi luar biasa dan krisis kemanusiaan di Gaza. Ke depan, investasi hanya akan dipertahankan pada perusahaan Israel yang masuk dalam indeks acuan ekuitas dana, dan semua kontrak manajemen eksternal terkait akan dihentikan.
Langkah divestasi ini sejalan dengan tekanan domestik yang kian menguat. Pada Mei 2025, serikat pekerja terbesar di Norwegia yang mewakili satu juta anggota memberikan suara mendukung boikot ekonomi penuh terhadap Israel. Setahun sebelumnya, Pemerintah Norwegia telah mengakui Negara Palestina dan menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat ekstremis Israel.
Tangen menampik spekulasi terkait masa jabatannya. “Saya tidak berniat mengundurkan diri,” tegasnya, sembari memastikan bahwa peninjauan investasi akan dilakukan secara metodis sesuai standar etis Norwegia.
