Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Para Pemimpin Eropa Sepakat Gunakan Taktik ‘Diplomasi Jilat’ Saat Hadapi Trump

‘Diplomasi Jilat’: Cara para Pimpinan Eropa Hadapi Trump

POROS PERLAWANAN – Pada hari Selasa 19 Agustus, harian New York Times menyoroti taktik para pimpinan Eropa saat bertemu Donald Trump. Menurut New York Times, mereka menggunakan “pujian dan sanjungan” demi memuluskan tujuan-tujuan mereka di hadapan Presiden AS.

Dilansir Fars, “diplomasi jilat” adalah sesuatu yang sebelumnya sudah disepakati para pimpinan Eropa. Mereka bertemu di Kedubes Ukraina di Washington pada Senin lalu untuk melakukan koordinasi terakhir.

New York Times melaporkan, strategi Eropa dalam pertemuan terfokus pada sanjungan untuk Trump; sesuatu yang kini menjadi standar di tengah para diplomat luar negeri.

Mereka menghindari perselisihan serius dengan Trump. Satu-satunya hal yang mendekati “ketegangan diplomatik” adalah pernyataan Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Ia secara terang-terangan menyatakan bahwa perundingan Zelensky-Putin hanya mungkin dilakukan jika gencatan senjata terwujud.

Dalam sebuah perbincangan pribadi dengan Trump, Merz meminta agar setidaknya gencatan senjata diberlakukan selama pertemuan potensial Putin dengan Zelensky.

Menurut New York Times, tujuan para pimpinan Eropa dari “diplomasi jilat” adalah mementahkan dampak potensial Putin atas Trump usai bertemu di Alaska.

Sebelum ini, para pengguna medsos memublikasikan video yang menunjukkan Zelensky berterima kasih kepada Trump hingga 8 kali dalam satu menit.

Dalam pertemuan Presiden AS dan Presiden Ukraina beberapa bulan lalu di Gedung Putih, Trump mengecam pedas Zelensky lantaran tidak berterima kasih atas bantuan Washington untuk Kiev.

New York Times melaporkan, para pimpinan Eropa dalam pertemuan Senin lalu menggunakan cara-cara emosional untuk memengaruhi Trump.

Zelensky menyerahkan surat dari istrinya untuk istri Trump, Melania.

Usai pertemuan, para pimpinan Eropa merasa yakin bahwa ‘diplomasi jilat’ mereka telah menghilangkan “pengaruh” Putin atas Trump dalam pertemuan Alaska. Mereka percaya telah mengembalikan Trump kepada kesepakatan dengan sebagian besar poin-poin proses perdamaian.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa kemarin, Trump sendiri mengaku puas atas pertemuannya dengan para pimpinan Eropa.

“Mereka ingin kembali memimpin negara-negara mereka. Hal ini lebih penting bagi mereka daripada kita,” ujar Trump.

Dia bahkan mengeklaim bahwa kehadirannya menyebabkan para pimpinan Eropa “bersatu.”

“Satu tahun lalu, mereka bahkan tidak memikirkan pertemuan ini,” klaim Trump.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *