Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Maduro Umumkan Mobilisasi Massal Hadapi Ancaman AS

Maduro Umumkan Mobilisasi Massal Hadapi Ancaman AS

POROS PERLAWANAN – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada hari Jumat 22 Agustus mendeklarasikan instruksi mobilisasi massal di negara Latin tersebut.

Maduro dalam statemennya menyatakan, dirinya telah mengeluarkan instruksi pembentukan pasukan milisi sebesar 4,5 juta orang demi menggagalkan ancaman-ancaman AS terhadap Venezuela.

“Sebagai Panglima Tertinggi, saya merasa perlu dan sudah waktunya untuk menyelenggarakan sebuah sensus besar dan seruan umum pada Sabtu dan Minggu ini kepada seluruh milisi negara, pasukan cadangan, dan semua warga, baik pria atau wanita, yang ingin melangkah maju untuk melawan ancaman-ancaman imperialisme,” kata Maduro, dikutip Fars dari Kantor Berita Sputnik.

Menurut Presiden Venezeula,  seluruh basis Militer, unit-unit Militer, alun-alun kota, dan hampir 16 ribu pangkalan pertahanan publik di negara itu akan digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

“Saya mengundang seluruh milisi, pasukan cadangan, dan tiap orang yang ingin bergabung dengan barisan (pembela negara) serta mendukung proyek nasional kedaulatan dan perdamaian, yang tengah diberlakukan sejak beberapa pekan lalu,” tandas Maduro.

Sebelum ini, berbagai outlet berita mengabarkan, 3 kapal perusak peluncur rudal Aegis milik AS akan ditempatkan di pesisir Venezuela.

Tindakan ini diklaim bertujuan untuk menghadapi kartel-kartel obat bius Amerika Latin; isu yang selama beberapa lama dijadikan Pemerintah AS sebagai prioritas kebijakan-kebijakannya.

Menurut laporan Reuters, kapal USS Gravely, USS Jason Dunham, dan USS Sampson dikirim ke Laut Karibia bersama sekitar 4 ribu awak kapal dan marinir.

“Penempatan ini akan berlangsung hingga beberapa bulan, mencakup kapal-kapal perang, pesawat mata-mata P-8, dan sedikitnya satu kapal selam serbu,” kata seorang pejabat AS kepada Reuters.

Menanggapi kabar tersebut ini, Maduro mengatakan bahwa “Venezuela akan melindungi laut, langit, dan tanahnya.”

Maduro menilai tindakan AS ini sebagai “ancaman menggelikan dan aneh dari sebuah imperium yang berada di ambang keruntuhan.”

Dalam beberapa bulan lalu, sedikitnya Pemerintahan Trump menempatkan 2 kapal perang lain dengan dalih menghadapi para penyelundup obat bius di Kawasan.

Sejumlah pengamat meyakini, penempatan pasukan AS secara besar-besaran di Laut Karibia melampaui klaim pembasmian penyelundupan obat bius. Pada hakikatnya, itu adalah bagian dari peningkatan tekanan Washington terhadap Pemerintahan Maduro; Pemerintahan yang selama bertahun-tahun menjadi target ancaman berkelanjutan AS lantaran menentang kebijakan-kebijakan Paman Sam di kawasan Amerika Latin.

Tags: