Israel Klaim Hancurkan Perangkat Intelijen Turki di Suriah
POROS PERLAWANAN – Media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa serangan udara Israel di pinggiran Damaskus pada Rabu malam 27 Agustus menargetkan fasilitas intelijen milik Turki.
Menurut laporan situs berita Walla, operasi tersebut melibatkan empat helikopter yang diterbangkan sekitar delapan kilometer dari Damaskus. Pasukan komando Israel disebut melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan penghancuran perangkat yang diklaim dipasang oleh Badan Intelijen Turki.
Seorang pejabat Israel mengatakan pada Kamis 28 Agustus bahwa operasi itu berhasil menghancurkan sistem intelijen yang “ditanam untuk memata-matai Israel”. Ia menambahkan bahwa operasi tersebut dianggap “mutlak diperlukan demi keamanan nasional Israel”, sembari memperingatkan pihak-pihak di Dataran Tinggi Golan agar “tidak bermain api mengikuti perintah Turki”.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Ankara maupun Damaskus terkait klaim ini.
Jika laporan ini benar, maka insiden tersebut menandai eskalasi baru dalam kompleksitas konflik Suriah, di mana wilayah itu sudah menjadi arena perebutan pengaruh antara berbagai kekuatan: Turki, Rusia, Amerika Serikat, dan Israel.
Keterlibatan Turki, melalui tuduhan Israel bahwa Ankara menanam perangkat intelijen di Suriah, berpotensi menambah ketegangan regional. Selama ini, Turki aktif di Suriah utara dengan dalih memerangi milisi Kurdi, sementara Israel kerap melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah dengan alasan menargetkan posisi Iran dan Hizbullah.
Jika benar terjadi, serangan Israel terhadap “aset intelijen Turki” bisa memicu gesekan diplomatik langsung antara Tel Aviv dan Ankara, yang selama beberapa tahun terakhir sudah berada dalam hubungan fluktuatif: dari konfrontasi diplomatik hingga upaya normalisasi terbatas.
