Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Usai Dikabarkan Tewas oleh Rezim Zionis, Kepala Staf Militer Yaman Muncul Ancam Tingkatkan Eskalasi

Kepala Staf Militer Yaman Muncul Usai Diklaim Tewas dalam Agresi Israel

POROS PERLAWANAN – Rezim Zionis pada Kamis 28 Agustus mengeklaim telah meneror sejumlah panglima senior Yaman, termasuk Kepala Staf Militer negara tersebut, Muhammad al-Ghamari. Namun klaim itu terbantahkan dengan pesan dari al-Ghamari.

Diberitakan Fars, dalam pesan yang dirilis pada Jumat kemarin, al-Ghamari memperingatkan bahwa agresi Israel ke kawasan sipil di Sanaa tidak akan dibiarkan begitu saja.

“Yaman tidak akan menghentikan pembelaan untuk Gaza, sebanyak apa pun Yaman digempur oleh musuh,” kata al-Ghamari saat diwawancara kantor berita resmi Yaman, Saba.

Pada Kamis lalu, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan besar ke sedikitnya 10 titik di Ibu Kota Yaman, termasuk kawasan Jabal Atan di selatan Sanaa.

Usai serangan tersebut, stasiun televisi KAN, Kanal 12 dan 14 Israel mengeklaim bahwa tujuan serangan itu adalah meneror para komandan senior dan Kepala Staf Militer Yaman.

Menanggapi klaim tersebut, Wakil Badan Penerangan Ansharullah, Nasrudin Amir mengatakan,”Laporan tentang serangan terhadap para pejabat senior di Sanaa adalah dusta. Apa yang terjadi hanyalah serangan ke target-target sipil dan bangsa Yaman secara keseluruhan, hanya karena Yaman membela Gaza.”

Sebuah sumber keamanan Yaman mengatakan kepada Kantor Berita Saba,”Israel hanya menyerang target-target sipil di Sanaa. Klaim bahwa sasaran mereka adalah target-target militer merupakan upaya sia-sia musuh untuk menutupi kegagalannya.”

Al-Ghamari meyakini, serangan-serangan Israel ke Gaza atau Yaman tidak menunjukkan kekuatannya, tapi mengungkap kelemahan dan kegagalannya dalam meraih tujuan-tujuannya.

“Agresi Israel akan dibalas dengan peningkatan eskalasi. Warga Gaza bersama pasukan Perlawanan telah menunjukkan keteguhan bersejarah di hadapan Israel serta memaksa musuh menelan kerugian besar,” kata al-Ghamari.

Tags: