Bandara Ben Gurion Ditutup Usai Yaman Lancarkan 2 Serangan Rudal dalam Sehari
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Bandara Ben Gurion ditutup dua kali pada Rabu 3 September setelah peluncuran rudal balistik berturut-turut dari Yaman memicu bunyi sirine yang meluas dan memaksa penangguhan penerbangan di seluruh Tanah Pendudukan.
Media Israel melaporkan, zona udara di atas Bandara Ben Gurion ditutup dan semua penerbangan ke dan dari bandara tersebut dihentikan. Penutupan ini dilakukan bersamaan dengan bunyi sirine di al-Quds, Laut Mati, dan beberapa wilayah lain, menyusul terdeteksinya rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman.
Juru bicara Militer Israel mengakui bahwa “sirine diaktifkan di beberapa wilayah setelah peluncuran rudal.” Hal ini terjadi setelah Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) mengumumkan pada awal hari ini bahwa mereka telah menargetkan lokasi-lokasi strategis di kota Yaffa dalam operasi militer ganda. Operasi itu menggunakan rudal cluster Palestine-2 yang dilengkapi dengan beberapa hulu ledak independen dan rudal balistik Zolfiqar
YAF menyatakan bahwa operasi tersebut memaksa “jutaan pemukim untuk berlindung di tempat penampungan” dan menghentikan lalu lintas udara di Bandara Ben Gurion untuk sementara.
Perkembangan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan yang dilakukan oleh YAF, yang dalam seminggu terakhir mengumumkan serangkaian serangan terhadap markas militer Israel, pembangkit listrik, pelabuhan, dan bandara, serta sebuah kapal komersial di Laut Merah yang dituduh melanggar blokade yang diumumkan oleh Yaman.
Operasi-operasi tersebut telah berulang kali mengganggu lalu lintas udara, menghentikan penerbangan, dan memaksa beberapa maskapai penerbangan internasional untuk menghentikan rute ke Tanah Pendudukan. Operasi-operasi ini juga telah menutup Pelabuhan Eilat dan menghentikan aktivitas beberapa perusahaan, yang mengakibatkan kerugian finansial yang besar.
Eskalasi ini terjadi setelah serangan udara Israel pekan lalu yang menewaskan Perdana Menteri Yaman Ahmad Ghaleb Nasser al-Rahawi dan pejabat tinggi lainnya di Sanaa.
Sebagai tanggapan, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Yaman Mayor Jenderal Mohammed al-Ghamari berjanji bahwa Israel telah “membuka gerbang neraka bagi dirinya sendiri”. Dia memperingatkan bahwa balasan yang akan datang bakal “keras dan menyakitkan.”
Sanaa menegaskan bahwa operasi-operasi ini dilakukan sebagai dukungan langsung bagi Perlawanan Palestina di Gaza. Operasi terus dilanjutkan hingga agresi Israel berhenti dan blokade terhadap wilayah yang terkepung tersebut dicabut.
