Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sheikh Naim Qasim: Dukungan Iran terhadap Palestina adalah Indikator Penting Persatuan Islam

Sheikh Naim Qasim: Dukungan Iran terhadap Palestina adalah Indikator Penting Persatuan Islam

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qasim, menegaskan bahwa Republik Islam Iran akan terus mendukung rakyat Palestina dan perjuangannya hingga terbebas dari pendudukan.

Dukungan ini, menurutnya, merupakan salah satu faktor terpenting yang memperkuat persatuan umat Islam.

Dalam pidatonya pada peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. dan Imam Ja‘far al-Shadiq as., Kamis (11/9), Sheikh Naim menekankan kedudukan agung Nabi sebagai pembawa kebenaran dan rahmat. Beliau menunjukkan jalan untuk berpegang pada hukum ilahi dan selalu bersama Tuhan.

Sheikh Naim menjelaskan, guna menghindari perbedaan pandangan tentang tanggal kelahiran Nabi Muhammad saw., Imam Khomeini menetapkan “Pekan Persatuan Islam” sebagai momentum pemersatu bagi umat. Ia kembali menegaskan bahwa dukungan Iran terhadap Palestina merupakan isu strategis persatuan Islam.

Terkait perkembangan di Palestina, Sheikh Naim menyoroti kebrutalan Israel dan Amerika di Gaza serta Tepi Barat. Meski menghadapi kesulitan, rakyat Palestina tetap tegar melawan di lapangan. Ia menyebut Operasi Ramon di dekat Yerusalem sebagai bukti keberanian rakyat Palestina yang menginginkan kehidupan bermartabat.

Sheikh Naim juga menyinggung agresi Israel terhadap Qatar, yang menurutnya merupakan bagian dari proyek “Israel Raya” dari Nil hingga Efrat. Dalam dua tahun terakhir, langkah-langkah Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Qatar disebutnya sebagai kelanjutan dari proyek itu.

Lebih jauh, Sheikh Naim menegaskan pentingnya mendukung perlawanan. “Kalau tidak bisa mendukung, setidaknya jangan menikam perlawanan dari belakang atau berdiri di sisi Israel,” ujarnya. Ia menolak wacana pelucutan senjata Hizbullah dengan menegaskan bahwa musuh akan terus mencari alasan untuk melanjutkan proyeknya.

Menurutnya, patriotisme sejati diwujudkan dengan membela negara dan membebaskan wilayahnya. Tentara Lebanon maupun perlawanan, katanya, sama-sama berperan dalam mempertahankan negeri.

Sheikh Naim juga menyoroti kondisi Lebanon yang memburuk akibat korupsi, kegagalan melaksanakan Perjanjian Taif, serta campur tangan Israel yang memperkeruh keadaan. Ia menegaskan, perlawanan justru memberi kontribusi bagi stabilitas, termasuk dalam pemilihan Joseph Aoun sebagai presiden.

“Prioritas pemerintah sekarang adalah kedaulatan dengan mengusir Israel. Bagaimana mungkin negara berdiri tegak sementara musuh telah maju sampai ke Hermel?” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat telah menarik komitmennya terhadap Lebanon, bahkan menuntut pelucutan senjata Hizbullah. Baginya, tujuan Israel dan Amerika sama: melemahkan Lebanon agar menjadi mangsa empuk proyek Israel Raya.

Menutup pidatonya, Sheikh Naim menegaskan perlunya persatuan nasional dalam kerangka strategi pertahanan negara. Ia mengingatkan bahwa seruan pelucutan senjata perlawanan hanya akan mengarahkan Lebanon pada ketidakpastian. “Perlawanan yang berkelanjutan adalah suatu keharusan,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *