Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Legislator Hizbullah Sesalkan Sikap Pemerintah Lebanon yang Lebih Fokus Lucuti Senjata Perlawanan Ketimbang Urusi Pembebasan Teritori dan Rekonstruksi

Legislator Hizbullah: Pemerintah Abaikan Pembebasan Teritori dan Rekonstruksi, Lebih Fokus Upaya Lucuti Senjata Perlawanan

POROS PERLAWANAN – Anggota Parlemen Lebanon dari Hizbullah, Hassan Fadhlallah, menuduh Pemerintah Lebanon lalai dalam membebaskan wilayah yang diduduki musuh. Namun di saat yang sama, justru berusaha melucuti senjata Perlawanan.

Al-Mayadeen melaporkan, anggota Fraksi al-Wafa itul mengkritik tidak adanya langkah-langkah praktis dari Pemerintah untuk rekonstruksi dan mengabaikan anggaran untuk rumah-rumah yang hancur. Padahal, imbuh Fadhlallah. sumber daya yang diperlukan untuk rekonstruksi sudah tersedia.

Ia menandaskan menegaskan bahwa alih-alih mencari cara apa pun untuk membebaskan wilayahnya yang diduduki, Pemerintah Lebanon malah berupaya melucuti senjata Perlawanan.

Dalam konferensi pers, Fadlallah menyatakan bahwa Pemerintah memperlakukan senjata Perlawanan seperti “senjata milisi” sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Taif. Menurut legislator Hizbullah itu, pandangan ini bertentangan dengan peran nasional Perlawanan.

Dia menambahkan bahwa hingga saat ini, Pemerintah belum mengambil langkah praktis apa pun dalam masalah rekonstruksi. Pemerintah berkelit dengan dalih adanya tekanan dan intervensi dari luar yang menghalangi upaya untuk memajukan masalah penting ini.

Fadhlallah menegaskan, Pemerintah mengabaikan rekonstruksi rumah-rumah yang hancur akibat agresi Israel dalam Rancangan Anggaran tahun 2025. Ia menyatakan bahwa sikap ini merupakan pengabaian tanggung jawab Pemerintah terhadap warga negara.

Dalam konteks yang sama, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Lebanon mampu mengalokasikan dana yang diperlukan dan memiliki sumber daya yang cukup untuk memulai proyek rekonstruksi. Hanya saja, ketiadaan keputusan politik menghalangi hal tersebut.

Tags: