Serangan Yaman Paksa Pesawat Netanyahu Mendarat Darurat
POROS PERLAWANAN – Militer Yaman mengumumkan dua operasi militer terhadap Israel, yang merupakan bagian dari operasi berkelanjutan mereka untuk mendukung Gaza.
Diberitakan al-Mayadeen, Jubir Militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree menyatakan bahwa operasi pertama menyerang target sensitif Israel di wilayah pendudukan Yafa dengan rudal balistik hipersonik Palestine-2. Sementara operasi kedua menargetkan Bandara Ramon di wilayah Umm al-Rashrash (Eilat) di bagian selatan Tanah Pendudukan dengan pesawat nirawak.
Menurut Saree, kedua operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya, mendorong jutaan pemukim Israel untuk mengungsi ke tempat perlindungan. Ia menekankan bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina dan penderitaan mereka, serta sebagai respons terhadap agresi Israel baru-baru ini terhadap Yaman.
“Kami kembali menyerukan kepada putra-putra bangsa kami untuk menunaikan tanggung jawab mereka terhadap saudara-saudara kami di Gaza, yang sedang menghadapi genosida, kelaparan, dan pengusiran paksa,” kata Saree.
Ia memperingatkan bahwa agresi Israel akan meluas ke negara-negara di Kawasan kecuali mereka bersatu dan menentang entitas Israel.
Sebelumnya, Militer Israel mengumumkan bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal dari Yaman pada Selasa malam 16 September. Media-media Zionis melaporkan, serangan itu memicu sirine peringatan di berbagai titik, seperti Quds, Lachish, dan Shefela.
Setelah itu, media Israel mengonfirmasi bahwa pesawat khusus “Zion Wing” milik PM Benjamin Netanyahu terpaksa mendarat darurat setelah peluncuran rudal dari Yaman.
Serangan ini terjadi setelah Israel membom pelabuhan Hodeidah di Yaman. Saree menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah menghadapi dan menangkis serangan pesawat tempur Israel yang menyerang Yaman.
Israel dikabarkan melancarkan dua belas serangan udara yang menargetkan pelabuhan di barat Yaman, sebuah fasilitas sipil yang telah berulang kali diserang. Menurut koresponden al-Mayadeen, pelabuhan Hodeidah yang diserang oleh pesawat tempur Israel, dikelola dan digunakan oleh tim PBB.
