Sekjen Hizbullah: Syahidnya Sayyid Nasrallah Bukan Akhir, Tapi Awal Sebuah Jalan yang Diukir dengan Darah dan Iman
POROS PERLAWANAN – Dalam peringatan satu tahun gugurnya “Syuhada Umat”, Sayyid Hasan Nasrallah dan Sayyid Hashim Shafiudin, Sekjen Hizbullah, Naim Qasim dengan suara yang penuh duka namun tak gentar, mengabadikan jejak dan warisan dua syahid agung tersebut.
Al-Mayadeen melaporkan bahwa dalam pidato yang disiarkan di seluruh Lebanon pada Sabtu malam 27 September, yang ditujukan kepada seluruh bangsa, terutama ratusan ribu orang yang berkumpul untuk menghormati para pemimpin mereka yang gugur, Syekh Qasim mengenang syahidnya Sayyid Hassan sebagai kepergian yang menyayat hati. Namun ia menegaskan bahwa kehadirannya menyinari seluruh dunia, dan bahwa ia telah melampaui batas sebagai pemimpin yang menginspirasi para pemimpin.
Syekh Qasim menekankan bahwa syahidnya Sayyid Nasrallah bukanlah akhir, melainkan awal yang abadi dari sebuah jalan yang diukir dengan darah dan iman.
“Kalian dengan teguh memegang tali keselamatan dan memperluasnya kepada generasi-generasi berikutnya,” katanya.
Menurut Syekh Qasim, Sayyid Nasrallah telah menanamkan Palestina dalam hati rakyat. Melalui kepemimpinannya, Perlawanan meraih kemenangan dalam perang-perang seperti perang tahun 1993 dan 1996, pembebasan selatan Lebanon tahun 2000, Perang 33 Hari tahun 2006, dan pembebasan dataran tinggi pada tahun 2017.
“Anda adalah orang yang kata-katanya terkenal, Era kekalahan telah berlalu dan era kemenangan telah dimulai, Kita hidup dalam era kemenangan di dalam jiwa kita dan di hadapan musuh-musuh kita,” kata Syekh Qasim ditujukan kepada Sayyid Nasrallah.
“Anda adalah pemuka syuhada umat dan dunia, serta seorang pemimpin perlawanan universal yang menginspirasi orang-orang merdeka di setiap penjuru.”
“Anda adalah pejuang dan perjuangan, senjata dan kekuatan, anak yang tumbuh dengan martabat, dan keluarga yang mengambil air dari mata air kemurnian.”
“Anda mencintai rakyat dan rakyat mencintai Anda. Aku berkata kepada Anda atas namaku, atas nama saudara-saudaraku, dan atas nama kerumunan ini serta semua kerumunan yang mencintaimu: Kami setia pada janji, wahai Nasrallah,” tandas Syekh Qasim dengan emosional.
Dia berjanji untuk mengabadikan jalan dan prinsip Sayyid Nasrallah, serta bersumpah tidak akan pernah melepaskan senjata atau perjuangan Hizbullah.
