Khalil al-Hayyah: Derita Warga Gaza yang Dibantai Membuat Saya Melupakan Duka Kepergian Orang-orang Terkasih
POROS PERLAWANAN – Salah seorang pimpinan kunci dan ketua tim negosiator Hamas, Khalil al-Hayyah, tampil di depan kamera media untuk pertama kalinya setelah serangan Israel ke Ibu Kota Qatar.
Diberitakan Fars, serangan ini terjadi pada 8 September silam, yang menyebabkan gugurnya putra al-Hayyah, Hammam, manajer kantornya, Jihad Labid, dan sejumlah anggota tim kerja kantornya.
Al-Hayyah mengungkap rasa pilunya yang disebabkan syahadah ribuan warga Palestina di Gaza. Ia mengatakan,”Saat ini, kita hidup secara mulia dan bermartabat di bawah bayang-bayang derita; derita yang disebabkan gugurnya ribuan anak-anak kita. Allah telah memberi kehormatan kepada saya, karena anak, cucu, dan kerabat saya adalah bagian dari syuhada. Kami adalah bagian dari keluarga besar Gaza.”
Dia menyoroti peran besar Gaza dalam perjuangan besar Umat Islam dan menambahkan,”Hari ini, Gaza berjuang sebagai representasi seluruh Umat. Kami meminta dari Allah untuk mengaruniakan kesabaran kepada keluarga para korban.”
Menurutnya, bencana besar di Gaza telah mengurangi duka pribadinya lantaran kehilangan anak dan kawan-kawannya.
“Duka karena berpisah dari putra, kawan-kawan, dan para pemuda yang mendampingi saya, sangat dalam. Namun dalam rentang waktu ini, adegan-adegan pembantaian para putra bangsa kita di Gaza telah membuat saya melupakan kesedihan atas kepergian orang-orang terkasih saya.”
“Saya tidak membedakan antara putra-putra saya dan tiap anak Palestina di Gaza yang dibunuh Rezim Pendudukan. Namun kami memohon kepada Allah agar darah mereka menjadi pembuka jalan menuju kemenangan bagi Quds, Gaza, dan Umat.”
