Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Tiap 2 Hari 13 Warga Palestina Diamputasi, 6 Lumpuh atau Buta

Tiap 2 Hari 13 Warga Palestina Diamputasi, 6 Lumpuh atau Buta

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Kantor Media Pemerintah Gaza pada Selasa 7 Oktober mengumumkan, Militer Israel membunuh rata-rata dua tenaga medis setiap hari dan menyebabkan 13 amputasi setiap dua hari. Kantor tersebut menyoroti apa yang digambarkannya sebagai dampak berkelanjutan dari genosida terhadap warga sipil dan layanan kesehatan.

Dalam pembaruan terbarunya, yang mengungkap dampak menghancurkan “perang Israel” di Gaza selama periode satu hingga lima hari, kantor tersebut melaporkan bahwa seorang jurnalis Palestina tewas setiap tiga hari dan seorang pekerja pertahanan sipil setiap lima hari. Laporan juga mengungkap bahwa serangan Israel melukai sekitar 232 orang setiap hari. Lebih dari setengah para korban itu adalah wanita dan anak-anak.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan, serangan udara Israel yang terus berlanjut telah menyebabkan kelumpuhan atau kebutaan pada enam warga Palestina setiap dua hari. Pernyataan juga merinci bahwa sistem kesehatan menghadapi lebih dari satu serangan militer langsung setiap hari.

“Angka-angka ini mencerminkan dampak harian dari genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza,” kata Kantor Media Pemerintah.

Perang yang kini memasuki tahun ketiganya telah menghancurkan sektor medis Gaza, dengan rumah sakit beroperasi jauh melampaui kapasitas, belum lagi kekurangan parah pasokan esensial yang menghambat perawatan bagi korban luka dan pengungsi di tengah blokade total Israel.

UNICEF memperingatkan bahwa bayi baru yang lahir di Gaza terpaksa berbagi masker oksigen, karena Israel terus menghalangi pengiriman peralatan medis vital. Seorang pejabat PBB menyatakan, Israel berulang kali menolak izin untuk memindahkan inkubator dari rumah sakit yang dievakuasi di utara Gaza, sehingga memperburuk tekanan pada rumah sakit yang sudah overcrowded di selatan.

Dua tahun agresi Israel di Gaza memperburuk stres ibu dan malnutrisi, yang berkontribusi pada lonjakan bayi prematur dan berat badan rendah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bayi-bayi ini kini mewakili sekitar satu dari lima bayi baru lahir di Gaza.

Serangan Israel di utara Gaza selama sebulan terakhir telah memaksa rumah sakit untuk tutup, yang semakin memperburuk tekanan pada fasilitas di selatan wilayah tersebut.

Tags: